§
    N¿ÖjR<  ã                   óò  — d Z ddlZddlZddlZdZ ej        ed¬¦  «         dZde› d�Zg d	¢Zg d
¢Z	g Z
e
                     d¦  «         e
                     d¦  «         e
                     d¦  «         e
                     d¦  «         e
                     d¦  «         e
                     d¦  «         e
                     d¦  «         e
                     d¦  «         e
                     d¦  «          ee	d¦  «        D ]=\  Z\  ZZe
                     de› de› d�¦  «         e
                     de› d�¦  «         Œ>e
                     d¦  «         e
                     d¦  «         e
                     d¦  «         e
                     d¦  «         e
                     d¦  «         e
                     d¦  «         e
                     d ¦  «         e
                     d!¦  «         e
                     d"¦  «         e
                     d#¦  «         e
                     d$¦  «         e
                     d%¦  «         e
                     d&¦  «         e
                     d'¦  «         e
                     d(¦  «         e
                     d)¦  «         e
                     d*¦  «         e
                     d+¦  «         e
                     d,¦  «         e
                     d-¦  «         e
                     d.¦  «         e
                     d/¦  «         e
                     d0¦  «         e
                     d1¦  «         e
                     d2¦  «         e
                     d3¦  «         e
                     d4¦  «         e
                     d5¦  «         eD ]!\  ZZe
                     de› d6e› d�¦  «         Œ"e
                     e¦  «         e
                     d7 ej        d8d9d:„ eD ¦   «         d;œd<¬=¦  «        z   d>z   ¦  «         d?                     e
¦  «        Zd@dAdBdCdDg dE¢edFœZdG„ ZedHk    �rÒ eedI         ¦  «        Z eedJ         ¦  «          edKe› dL�¦  «          edM eedN         ¦  «        › dOedN                              ¦   «                              edP         ¦  «        › �¦  «          edQ eedR         ¦  «        › dS eedT         ¦  «        › dU�¦  «          edVedI                              dW¦  «        › dXedI                              d¦  «        › �¦  «          edYedI                              ¦   «                              edP         ¦  «        › dZ�¦  «          ed[d\ez   edI         v rd]nd^› �¦  «          ed_d9edI         v rd]nd^› �¦  «         d`edI         v rd]nd^Z edae› �¦  «          edbedI                               edc¦  «        ¦  «        › �¦  «          ej         ddedI         ¦  «        Z! ede ee!¦  «        › �¦  «          edf e ej          edg¦  «        dhz    edi¦  «        z   dhz    edj¦  «        z   dhz    edk¦  «        z   edI         ¦  «        ¦  «        › �¦  «          e" e# ej         dledI         ¦  «        ¦  «        ¦  «        Z$ edm ee$¦  «        › �¦  «         e$D ]Z% edne%¦  «         Œ e&e› do�dp¦  «         '                    edI         ¦  «          edqe› do�¦  «         dS dS )ra]  TSLaw: artikel kedua puluh satu - 6 Pengacara Kepailitan dan PKPU di Surabaya.
Aturan: 1.000-1.300 kata tanpa padding, entri 1 Tito Suprianto Law Firm + tautan beranda,
entri lain lembaga/peran nyata yang sudah diverifikasi (Pengadilan Niaga PN Surabaya, kurator terdaftar
Kementerian Hukum, Balai Harta Peninggalan, LBH Surabaya, Pusat Bantuan Hukum DPC PERADI Surabaya),
tombol WA di akhir, FAQ 5 + schema FAQPage, kategori Hukum Bisnis (14) + 4 tag, meta Yoast lewat REST.
Dasar hukum yang dibaca 20 Okt 2026 dari teks resmi UU 37/2004 (jdih.kemenkeu.go.id): Pasal 2, 3, 6, 8,
11, 15, 16, 32, 41, 42, 69, 70, 222, 225, 228, 229, 235, 293; ditambah Putusan MK 23/PUU-XIX/2021 (15 Des 2021).
Gaya: tanpa em dash, tanpa kutip melengkung, tanpa karakter CJK. Satu elemen blok = satu baris.
Salinan isi disimpan ke artikel21.html sebelum dikirim (REST JSON saja).é    Nz>/home/mantapman/.hermes/profiles/atun/workspace/tslaw_listikelT)Úexist_okÚ6281909222026zv<p style="text-align:center;margin:32px 0 8px"><a class="wp-block-button__link wp-element-button" href="https://wa.me/a  ?text=Halo%20TS%20Law%2C%20saya%20ingin%20konsultasi%20soal%20kepailitan%20atau%20PKPU" target="_blank" rel="noopener" style="display:inline-block;background-color:#1c2b4a;color:#ffffff;padding:15px 34px;font-size:18px;font-weight:bold;text-decoration:none;border-radius:6px;">Konsultasi Kepailitan dan PKPU via WhatsApp</a></p>
<p style="text-align:center;font-size:14px;color:#5b5b6b;margin:0 0 26px">Tito Suprianto Law Firm, kantor advokat di Surabaya. Pembacaan awal permohonan pailit atau PKPU dan tenggat Anda tidak dikenakan biaya.</p>))z7Apakah ada batas nominal utang supaya bisa dipailitkan?a  Tidak ada. Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 37 Tahun 2004 hanya mensyaratkan dua kreditor atau lebih dan satu utang yang telah jatuh waktu serta dapat ditagih. Utang kecil tetap bisa menjadi dasar permohonan asalkan terbukti secara sederhana menurut Pasal 8 ayat (4).)z5Apakah perusahaan masih boleh beroperasi selama PKPU?zÞBoleh. Pasal 225 ayat (2) dan (3) mengangkat hakim pengawas dan pengurus yang bersama debitor mengurus harta, sehingga usaha tidak otomatis berhenti seperti pada kepailitan. Yang dibatasi adalah pembayaran kepada kreditor.)z"Berapa lama PKPU bisa berlangsung?zçPasal 228 ayat (6) membatasi penundaan tetap berikut perpanjangannya paling lama 270 hari sejak putusan penundaan sementara diucapkan. Bila perdamaian tidak disetujui dalam tenggat itu, Pasal 228 ayat (5) menyatakan debitor pailit.)z?Bagaimana kalau harta sudah dipindahkan sebelum putusan pailit?a  Kurator dapat meminta pembatalan perbuatan hukum itu melalui Pasal 41 ayat (1). Untuk perbuatan dalam satu tahun sebelum putusan, Pasal 42 meringankan pembuktian: debitor dan pihak lain dianggap tahu perbuatan itu merugikan kreditor, kecuali terbukti sebaliknya.)z#Apakah putusan pailit bisa dilawan?a.  Hanya lewat kasasi ke Mahkamah Agung, diajukan paling lambat delapan hari sejak putusan (Pasal 11 ayat (1) dan (2)). Untuk putusan PKPU, Pasal 235 ayat (1) semula menutup semua upaya hukum, lalu Putusan MK Nomor 23/PUU-XIX/2021 membuka kasasi bila PKPU diajukan kreditor dan perdamaian debitor ditolak.))zTito Suprianto Law Firma'  Kantor advokat di Surabaya yang mendampingi kreditor maupun debitor: menelaah apakah syarat pembuktian sederhana terpenuhi, menyusun permohonan, mengikuti sidang di Pengadilan Niaga, dan mendampingi perundingan perdamaian. Profil kantor ada di <a href="https://www.tslaw.id/">beranda TS Law</a>.)z0Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabayaa4  Pengadilan yang memeriksa permohonan pailit dan PKPU, berkedudukan di gedung Pengadilan Negeri Surabaya, Jalan Arjuno nomor 16-18. Pasal 3 ayat (1) menetapkan pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan hukum debitor sebagai yang berwenang, sehingga perusahaan di Jawa Timur berperkara di sini.)z6Kurator independen yang terdaftar di Kementerian Hukumaâ  Peran ini dipegang perseorangan yang memenuhi Pasal 70 ayat (2): berdomisili di Indonesia, punya keahlian khusus mengurus harta pailit, dan terdaftar pada kementerian di bidang hukum. Pasal 15 ayat (3) mensyaratkan kurator independen, tanpa benturan kepentingan, dan tidak menangani lebih dari tiga perkara. Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI), didirikan 5 Agustus 1998, menjalankan pendidikan calon kurator; sekretariatnya di Jalan Dr. Saharjo nomor 49, Jakarta Selatan.)zBalai Harta PeninggalanzÔLembaga pemerintah yang menurut Pasal 15 ayat (2) diangkat menjadi kurator bila debitor, kreditor, atau pihak berwenang tidak mengusulkan kurator. Bagi kreditor yang tidak ingin mencari nama, jalur ini tetap sah.)zLBH SurabayazÙLembaga bantuan hukum di Jalan Kidal nomor 6, Pacar Keling, Tambaksari, telepon (031) 502 2273. Pendampingan di sini biasanya untuk pekerja, debitor perorangan, atau usaha kecil yang digugat pailit lembaga pembiayaan.)z'Pusat Bantuan Hukum DPC PERADI Surabayaz±Unit bantuan hukum organisasi advokat yang menempatkan advokat mendampingi pihak tidak mampu, termasuk menyusun jawaban atas permohonan pailit dan menghadiri sidang pemeriksaan.a,  <p>Perkara kepailitan jarang dimulai dari perusahaan yang sehat. Biasanya diawali tagihan menumpuk, somasi yang tidak dijawab, lalu kreditor yang lelah menunggu mengajukan permohonan ke pengadilan. Di titik itu, satu tenggat yang terlewat bisa membuat perusahaan kehilangan kendali atas hartanya.</p>zÛ<p>Panduan ini merangkum syarat pailit dan PKPU menurut Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004, beda keduanya, tenggat yang mengikat, dan enam pihak di Surabaya yang biasa dihubungi pencari pengacara kepailitan Surabaya.</p>z0<h2>Pailit dan PKPU: dua pintu yang berbeda</h2>a…  <p>Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 37 Tahun 2004 menetapkan tiga syarat pailit: debitor punya dua kreditor atau lebih, ada sedikitnya satu utang yang sudah jatuh waktu dan dapat ditagih, dan utang itu tidak dibayar lunas. Pasal 8 ayat (4) menambahkan bahwa permohonan harus dikabulkan bila fakta itu terbukti secara sederhana, sehingga hakim tidak memeriksa ulang sengketa utang di baliknya.</p>ao  <p>Pintu kedua adalah penundaan kewajiban pembayaran utang. Pasal 222 ayat (2) membolehkan debitor yang tidak dapat atau memperkirakan tidak akan dapat melanjutkan pembayaran utangnya memohon penundaan dengan maksud mengajukan rencana perdamaian yang memuat tawaran pembayaran sebagian atau seluruh utang. Pasal 222 ayat (3) memberi hak yang sama kepada kreditor.</p>aÎ  <p>Bedanya bukan sekadar istilah. Dalam kepailitan, harta debitor diurus dan dibereskan kurator (Pasal 69 ayat (1)), dan Pasal 16 ayat (1) memberi kewenangan itu sejak putusan diucapkan meskipun diajukan kasasi. Dalam PKPU, debitor masih menjalankan usaha bersama pengurus yang ditunjuk pengadilan (Pasal 225 ayat (2) dan ayat (3)). Perusahaan yang masih punya peluang berjalan biasanya memilih PKPU; pailit dipakai ketika yang dicari adalah pembagian harta.</p>aB  <p>Pasal 2 juga membatasi siapa yang boleh mengajukan: kejaksaan untuk kepentingan umum (ayat (2)), Bank Indonesia bila debitornya bank (ayat (3)), Otoritas Jasa Keuangan untuk lembaga pasar modal (ayat (4)), dan Menteri Keuangan untuk asuransi, dana pensiun, serta BUMN yang bergerak di kepentingan publik (ayat (5)).</p>zB<h2>Enam pihak yang menangani kepailitan dan PKPU di Surabaya</h2>z <p>Daftar pengacara kepailitan Surabaya ini tidak hanya berisi kantor advokat. Pengadilan, kurator, dan lembaga bantuan hukum ikut menentukan jalan perkara.</p>é   z<h3>z. z</h3>z<p>z</p>z(<h2>Tenggat yang tidak bisa ditawar</h2>zc<p>Perkara yang kalah di tahap awal biasanya kalah karena tanggal, bukan karena isi permohonan.</p>z<ol>z¶<li>Panitera mendaftarkan permohonan pada tanggal pengajuan dan memberi tanda terima bertanggal sama (Pasal 6 ayat (2)). Tanggal inilah yang menghitung semua tenggat berikutnya.</li>zÀ<li>Sidang pemeriksaan paling lambat dua puluh hari sejak permohonan didaftarkan (Pasal 6 ayat (6)), dengan pemanggilan debitor paling lambat tujuh hari sebelum sidang (Pasal 8 ayat (2)).</li>zr<li>Putusan pailit diucapkan paling lambat enam puluh hari setelah permohonan didaftarkan (Pasal 8 ayat (5)).</li>z”<li>Terhadap putusan pailit hanya terbuka kasasi, diajukan paling lambat delapan hari sejak putusan diucapkan (Pasal 11 ayat (1) dan ayat (2)).</li>zª<li>Bila PKPU diajukan debitor, penundaan sementara wajib dikabulkan dalam tiga hari; bila diajukan kreditor, dalam dua puluh hari (Pasal 225 ayat (2) dan ayat (3)).</li>zµ<li>Sidang kreditor digelar paling lama hari ke-45 (Pasal 225 ayat (4)), dan seluruh penundaan tetap berikut perpanjangannya tidak boleh melebihi 270 hari (Pasal 228 ayat (6)).</li>zè<li>Putusan PKPU semula tidak bisa dilawan sama sekali (Pasal 235 ayat (1)), tetapi Putusan MK Nomor 23/PUU-XIX/2021 yang diputus 15 Desember 2021 membuka kasasi untuk PKPU yang diajukan kreditor dan menolak perdamaian debitor.</li>z</ol>z‰<p>Pasal 32 menambahkan bahwa selama kepailitan debitor tidak dikenakan uang paksa, jadi ancaman itu bukan alasan menunda pemberesan.</p>z'<h2>Berkas yang diminta lebih dulu</h2>zW<p>Pendamping yang berpengalaman meminta lima berkas ini sebelum menyusun strategi.</p>z<ul>z_<li>Daftar kreditor lengkap dengan jumlah, sifat piutang, dan tanggal jatuh tempo tagihan.</li>zo<li>Bukti tagihan: faktur, surat pesanan, berita acara serah terima, atau putusan berkekuatan hukum tetap.</li>zG<li>Riwayat somasi dan korespondensi penagihan beserta tanggalnya.</li>z`<li>Laporan keuangan tiga tahun terakhir dan daftar aset yang dapat dijadikan harta pailit.</li>z_<li>Rencana perdamaian bila menempuh PKPU: nilai tawaran, jumlah angsuran, dan jaminannya.</li>z</ul>z4<h2>Kapan PKPU lebih masuk akal daripada pailit</h2>aN  <p>PKPU masuk akal bila usaha masih menghasilkan arus kas tetapi tidak sanggup membayar semua tagihan sekaligus. Rencana perdamaian yang realistis menentukan hasilnya, karena Pasal 229 ayat (1) mensyaratkan persetujuan lebih dari setengah jumlah kreditor konkuren yang hadir dan mewakili paling sedikit dua pertiga bagian tagihan.</p>a‹  <p>Pailit lebih tepat bila yang dipersoalkan adalah harta yang dipindahkan menjelang tagihan menumpuk. Pasal 41 ayat (1) memberi kurator hak meminta pembatalan perbuatan hukum yang merugikan kreditor, dan Pasal 42 mempermudah pembuktian untuk perbuatan dalam satu tahun sebelum putusan. Sebelum ke pengadilan, somasi dan mediasi biasanya lebih murah; urutannya ada di <a href="https://www.tslaw.id/8-langkah-penting-mengurus-somasi-hutang-agar-tagihan-cepat-dibayar/">langkah mengurus somasi hutang</a> dan <a href="https://www.tslaw.id/6-cara-mediasi-sengketa-bisnis-oleh-kantor-pengacara-surabaya-terpercaya-2/">cara mediasi sengketa bisnis</a>.</p>z<h2>Baca juga</h2>aÔ  <p>Soal penagihan sebelum pailit, lihat <a href="https://www.tslaw.id/7-langkah-hukum-menagih-utang-piutang-secara-profesional-tanpa-main-hakim-sendiri/">tujuh langkah menagih utang piutang</a>, <a href="https://www.tslaw.id/7-hal-penting-tentang-somasi-yang-wajib-dipahami-sebelum-menggugat-ke-pengadilan/">hal penting tentang somasi</a>, dan <a href="https://www.tslaw.id/klausul-penyelesaian-sengketa-kontrak-umkm/">klausul penyelesaian sengketa kontrak UMKM</a>. Untuk risiko bisnis lain, baca <a href="https://www.tslaw.id/7-aspek-hukum-bisnis-yang-wajib-dipahami/">tujuh aspek hukum bisnis</a> dan <a href="https://www.tslaw.id/tujuh-situasi-perusahaan-butuh-law-firm/">tujuh situasi perusahaan butuh law firm</a>.</p>aw  <p>Sebelum memilih pendamping, bandingkan lewat <a href="https://www.tslaw.id/cara-memilih-law-firm-surabaya-untuk-perusahaan/">cara memilih law firm Surabaya</a>. Profil kantor kami ada di <a href="https://www.tslaw.id/law-firm-surabaya/">law firm Surabaya</a>, <a href="https://www.tslaw.id/layanan/">layanan</a>, dan <a href="https://www.tslaw.id/hubungi/">kontak</a>.</p>z&<h2>Pertanyaan yang sering muncul</h2>z</h3><p>z#<script type="application/ld+json">zhttps://schema.orgÚFAQPagec                 ó&   — g | ]\  }}d |d|dœdœ‘ŒS )ÚQuestionÚAnswer)ú@typeÚtext)r
   ÚnameÚacceptedAnswer© )Ú.0ÚqÚas      úD/home/mantapman/.hermes/profiles/atun/workspace/tslaw_listikel_21.pyú
<listcomp>r   }   sK   € ð Xð Xð XÙKOÈ1Èað )°!Ø19À1Ð'EÐ'EðGð Gð Xð Xð Xó    )z@contextr
   Ú
mainEntityF)Úensure_asciiz	</script>ú
z+6 Pengacara Kepailitan dan PKPU di Surabayaz"pengacara-kepailitan-pkpu-surabayazpengacara kepailitan surabayaz0Pengacara Kepailitan Surabaya: 6 Pendamping PKPUz‰Pengacara kepailitan surabaya: enam pendamping untuk permohonan pailit dan PKPU, lengkap dengan syarat, tenggat, dan berkas yang diminta.)Ú
kepailitanÚpkpuÚkuratorÚadvokat)ÚjudulÚslugÚfokusÚseoÚmetaÚtag_namaÚisic                 óà   — t          j        dd| t           j        t           j        z  ¬¦  «        }t	          d„ t          j        dt          j        dd|¦  «        ¦  «        D ¦   «         ¦  «        S )Nz<(script|style)[^>]*>.*?</\1>ú )Úflagsc                 ó   — g | ]}|¯|‘ŒS r   r   )r   Úws     r   r   zhitung.<locals>.<listcomp>�   s   € ÐPÐPÐP�aÈaÐP�ÐPÐPÐPr   z\s+z<[^>]+>)ÚreÚsubÚSÚIÚlenÚsplit)ÚhtmlÚtekss     r   Úhitungr0   �   sZ   € ÝŒ6Ð2°C¸ÅRÄTÍBÌDÁ[ÐQÑQÔQ€DÝÐPÐP�2œ8 F­B¬F°:¸sÀDÑ,IÔ,IÑJÔJÐPÑPÔPÑQÔQÐQr   Ú__main__r"   r   z  kata       : z (batas 1000-1300)z  meta       : r    z% char (batas 158) | mulai keyphrase: r   z  judul SEO  : r   z char (batas 60) | H1 r   z charz  h2/h3      : z<h2>ú/z  keyphrase  : z kali di isiz  wa.me      : zwa.me/ÚadaÚTIDAKz  FAQPage    : zhref="https://www.tslaw.id/"z  beranda    : z  em dash    : i   z[\u3000-\u9fff\uac00-\ud7af]z  CJK        : z  kutip miring: i   ú|i   i   i   zhref="(https?://[^"]+)"z  tautan unik: z     z/artikel21.htmlr'   z  salinan    : )(Ú__doc__ÚjsonÚosr(   ÚOUTÚmakedirsÚWAÚCTAÚFAQÚENTRIÚBAGIANÚappendÚ	enumerateÚir   r"   r   r   ÚdumpsÚjoinÚISIÚA21r0   Ú__name__ÚkataÚprintr,   ÚlowerÚ
startswithÚcountÚberandaÚchrÚfindallÚcjkÚsortedÚsetÚlinkÚlÚopenÚwriter   r   r   ú<module>rW      sz	  ððLð Lð Ð Ð Ð Ð Ð Ð Ð Ð Ð Ð Ð àF€Ø €„ˆC˜$Ð Ñ Ô Ð Ø€ðYð  BDð Yð Yð Y€ðð ð €ð,	ð 	ð 	€ð: 
€Ø ‡‚ð  }ñ  ~ô  ~ð  ~Ø ‡‚ð  lñ  mô  mð  mà ‡‚Ð@Ñ AÔ AÐ AØ ‡‚ð  Vñ  Wô  Wð  WØ ‡‚ð  @ñ  Aô  Að  AØ ‡‚ð  _ñ  `ô  `ð  `Ø ‡‚ð  Sñ  Tô  Tð  Tà ‡‚ÐRÑ SÔ SÐ SØ ‡‚ð  qñ  rô  rð  rØ �y ¨Ñ*Ô*ð #ð #�O€A�|ˆˆsØ
‡M‚MÐ*˜Ð*Ð*˜eÐ*Ð*Ð*Ñ+Ô+Ð+Ø
‡M‚M�/˜�/�/�/Ñ"Ô"Ð"Ð"à ‡‚Ð8Ñ 9Ô 9Ð 9Ø ‡‚ÐsÑ tÔ tÐ tØ ‡‚ˆfÑ Ô Ð Ø ‡‚ð  Gñ  Hô  Hð  HØ ‡‚ð  Qñ  Rô  Rð  RØ ‡‚ð  Cñ  Dô  Dð  DØ ‡‚ð  eñ  fô  fð  fØ ‡‚ð  {ñ  |ô  |ð  |Ø ‡‚ð  Fñ  Gô  Gð  GØ ‡‚ð  yñ  zô  zð  zØ ‡‚ˆgÑ Ô Ð Ø ‡‚ð  Zñ  [ô  [ð  [à ‡‚Ð7Ñ 8Ô 8Ð 8Ø ‡‚ÐgÑ hÔ hÐ hØ ‡‚ˆfÑ Ô Ð Ø ‡‚ÐoÑ pÔ pÐ pØ ‡‚Ðñ  Aô  Að  AØ ‡‚ÐWÑ XÔ XÐ XØ ‡‚ÐpÑ qÔ qÐ qØ ‡‚ÐoÑ pÔ pÐ pØ ‡‚ˆgÑ Ô Ð à ‡‚ÐDÑ EÔ EÐ EØ ‡‚ð  _ñ  `ô  `ð  `Ø ‡‚ð  `
ñ  a
ô  a
ð  a
à ‡‚Ð"Ñ #Ô #Ð #Ø ‡‚ð  oñ  pô  pð  pØ ‡‚ð  Pñ  Qô  Qð  Qà ‡‚Ð6Ñ 7Ô 7Ð 7Øð -ð -�D€A€qØ
‡M‚MÐ+˜Ð+Ð+ AÐ+Ð+Ð+Ñ,Ô,Ð,Ð,à ‡‚ˆcÑ Ô Ð Ø ‡‚Ð3°j°d´jØ%°	ðXð XØSVðXñ Xô XðYð Yð ð	7ñ 7ô 7ñ ð &ñ	&ñ 'ô 'ð 'ð ‡i‚i�ÑÔ€à=Ø3Ø/Ø@ðKà?Ð?Ð?Øðð €ðRð Rð Rð
 ˆzÒÑØˆ6�#�e”*ÑÔ€DØ	€Eˆ#ˆfŒ+ÑÔÐØ	€EÐ
4˜DÐ
4Ð
4Ð
4Ñ5Ô5Ð5Ø	€Eð  B˜C˜C  F¤Ñ,Ô,ð  Bð  BÐSVÐW]ÔS^×SdÒSdÑSfÔSf×SqÒSqÐruÐv}Ôr~ÑSÔSð  Bð  Bñ  Cô  Cð  CØ	€EÐ
[˜C˜C  E¤
™OœOÐ
[Ð
[À3À3ÀsÈ7Ä|ÑCTÔCTÐ
[Ð
[Ð
[Ñ\Ô\Ð\Ø	€EÐ
Q˜C œJ×,Ò,¨VÑ4Ô4Ð
QÐ
Q°s¸5´z×7GÒ7GÈÑ7OÔ7OÐ
QÐ
QÑRÔRÐRØ	€EÐ
P˜C œJ×,Ò,Ñ.Ô.×4Ò4°S¸´\ÑBÔBÐ
PÐ
PÐ
PÑQÔQÐQØ	€EÐ
O X°¡]°c¸%´jÐ%@Ð%@˜E˜EÀgÐ
OÐ
OÑPÔPÐPØ	€EÐ
K Y°#°e´*Ð%<Ð%<˜E˜EÀ'Ð
KÐ
KÑLÔLÐLØ5¸¸U¼ÐCÐCˆeˆeÈ€GØ	€EÐ
%˜GÐ
%Ð
%Ñ&Ô&Ð&Ø	€EÐ
9˜C œJ×,Ò,¨S¨S°©Y¬YÑ7Ô7Ð
9Ð
9Ñ:Ô:Ð:Ø
ˆ"Œ*Ð4°c¸%´jÑ
AÔ
A€CØ	€EÐ
&˜C˜C ™HœHÐ
&Ð
&Ñ'Ô'Ð'Ø	€EÐ
o˜S˜S  ¤¨C¨C°©I¬I°c©M¸#¸#¸d¹)¼)Ñ,CÀCÑ,GÈÈÈDÉ	Ì	Ñ,QÐRUÑ,UÐVYÐVYÐZ^ÑV_ÔV_Ñ,_ÐadÐejÔakÑ!lÔ!lÑmÔmÐ
oÐ
oÑpÔpÐpØˆ6�#�#�j�b”jÐ!;¸SÀ¼ZÑHÔHÑIÔIÑJÔJ€DØ	€EÐ
'˜C˜C ™IœIÐ
'Ð
'Ñ(Ô(Ð(Øð ð ˆØˆˆg�qÑÔÐÐØ€DˆCÐ	 Ð	 Ð	  #Ñ&Ô&×,Ò,¨S°¬ZÑ8Ô8Ð8Ø	€EÐ
0˜CÐ
0Ð
0Ð
0Ñ1Ô1Ð1Ð1Ð1ð+ Ðr   