Sifilis atau yang dulu dikenal dengan nama "raja singa" adalah salah satu penyakit menular seksual yang paling tua dalam sejarah manusia. Tapi jangan salah — penyakit ini masih sangat relevan sampai sekarang. Bahkan, kasus sifilis di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Yang bikin sifilis berbahaya: gejalanya bisa hilang dengan sendirinya, tapi penyakitnya tetap berlanjut di dalam tubuh. Banyak orang mengira mereka sudah sembuh karena lukanya menghilang — padahal tanpa pengobatan, sifilis akan terus berkembang ke tahap yang lebih serius.
Nah, di artikel ini kita bakal bahas 5 tahapan sifilis secara lengkap — dari awal terinfeksi sampai tahap lanjutan yang bisa merusak organ tubuh.
Apa Itu Sifilis?
Sifilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini berbentuk spiral (spirochete) dan sangat aktif bergerak.
Sifilis menular melalui:
- Kontak langsung dengan luka sifilis (chancre) saat berhubungan seksual — vaginal, anal, atau oral
- Dari ibu hamil ke janin (sifilis kongenital)
- Transfusi darah (sangat jarang sekarang karena skrining donor)
Yang bikin sifilis unik: penyakit ini punya tahapan yang jelas dan gejalanya bisa sangat berbeda di setiap tahap. Karena itulah sifilis dijuluki "the great imitator" — gejalanya bisa meniru banyak penyakit lain.
5 Tahapan Sifilis
Sifilis berkembang dalam beberapa tahap. Tanpa pengobatan, penyakit ini akan berlanjut dan semakin parah.
Tahap 1: Sifilis Primer
Waktu muncul: 3-90 hari setelah terpapar (rata-rata 3 minggu)
Gejala utama:
Muncul satu atau lebih luka yang disebut chancre (dibaca: sangker). Ini ciri-cirinya:
- Berbentuk bulat atau oval
- Tidak sakit — ini yang paling penting! Chancre sifilis biasanya tidak menimbulkan rasa sakit
- Tepinya keras dan teraba seperti karton
- Dasar luka bersih, tidak bernanah
- Tidak berdarah kalau disentuh
- Ukuran bervariasi dari beberapa milimeter sampai 2-3 cm
Lokasi chancre tergantung tempat masuknya bakteri:
- Pada pria: biasanya di penis (glans, batang, atau pangkal)
- Pada wanita: di vulva, dinding vagina, atau serviks (sering tidak terlihat)
- Pada seks oral: di mulut, bibir, lidah, atau tenggorokan
- Pada seks anal: di sekitar anus atau di dalam rektum
Yang penting: Chancre ini akan sembuh sendiri dalam 3-6 minggu, tanpa pengobatan.
Nah, inilah yang menipu. Banyak orang mengira "oh udah sembuh, berarti nggak apa-apa." Padahal, bakteri sifilis tetap ada di dalam tubuh dan akan menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Kapan waspada: Kalau muncul luka yang tidak sakit di area genital, mulut, atau dubur setelah hubungan seksual berisiko — apalagi kalau sembuh sendiri — segera periksakan.
Tahap 2: Sifilis Sekunder
Waktu muncul: 4-10 minggu setelah chancre sembuh (bisa tumpang tindih dengan tahap primer)
Pada tahap ini, bakteri sifilis sudah menyebar ke seluruh tubuh. Gejalanya jauh lebih luas dan bervariasi.
Gejala utama — Ruam Kulit:
- Ruam makulopapular — bercak merah atau merah muda yang nggak gatal
- Muncul di telapak tangan dan telapak kaki — ini ciri yang sangat khas
- Juga bisa di badan, lengan, kaki, dan wajah
- Kadang ruamnya samar dan sulit dilihat
Gejala lain yang bisa muncul:
- Demam — biasanya ringan
- Nyeri tenggorokan — bisa mirip radang tenggorokan biasa
- Pembesaran kelenjar getah bening — di seluruh tubuh (generalized lymphadenopathy)
- Sakit kepala — bisa berat
- Nyeri otot dan sendi — badan terasa pegal
- Rambut rontok — rontok merata, bukan bercak
- Kondiloma lata — pertumbuhan lebar, lembap, berwarna keabu-abuan di area lembap (kelamin, anus, lipatan paha). Ini berbeda dengan kutil kelamin (HPV).
- Bercak putih di mulut — mucous patches, seperti sariawan tapi nggak sakit
- Penurunan berat badan
Yang penting: Gejala tahap 2 juga bisa hilang sendiri tanpa pengobatan — dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Tapi bakteri tetap ada di tubuh dan akan memasuki fase laten (tidur) sebelum lanjut ke tahap 3.
Tahap Laten (Tersembunyi)
Antara tahap 2 dan 3, ada fase yang disebut sifilis laten. Pada tahap ini:
- Tidak ada gejala sama sekali
- Diagnosa hanya bisa melalui tes darah
- Bakteri sifilis masih ada di tubuh, tapi "tidur"
Sifilis laten dibagi dua:
- Laten dini — kurang dari 1 tahun setelah infeksi. Masih bisa menular ke orang lain.
- Laten lanjut — lebih dari 1 tahun. Penularan seksual sudah jarang terjadi, tapi ibu hamil masih bisa menularkan ke janin.
Tahap laten bisa berlangsung bertahun-tahun — bahkan puluhan tahun — sebelum akhirnya masuk ke tahap tersier.
Tahap 3: Sifilis Tersier (Lanjutan)
Waktu muncul: 1-30 tahun setelah infeksi awal (rata-rata 10-30 tahun)
Inilah tahap yang paling berbahaya. Sekitar 15-30% orang yang tidak diobati akan masuk ke tahap ini. Sifilis tersier bisa merusak hampir semua organ tubuh.
Tiga bentuk utama sifilis tersier:
# a. Gummatous Sifilis (Benjolan Guma)
- Muncul benjolan lunak (guma) di kulit, tulang, hati, atau organ lain
- Gumma bisa membesar dan merusak jaringan di sekitarnya
- Di kulit: benjolan merah kecokelatan yang bisa pecah jadi borok
# b. Kardiovaskular Sifilis
- Merusak pembuluh darah besar — terutama aorta (pembuluh darah terbesar di tubuh)
- Menyebabkan aneurisma aorta (pelebaran/penggembungan aorta) yang bisa pecah dan menyebabkan kematian mendadak
- Juga bisa menyebabkan kerusakan katup jantung (aortic regurgitation)
- Biasanya muncul 10-40 tahun setelah infeksi awal
# c. Neurosifilis
- Infeksi menyebar ke sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang)
- Bisa terjadi kapan saja — pada sifilis sekunder (neurosifilis dini) atau tersier (neurosifilis lanjut)
Gejala neurosifilis bisa berupa:
- Demensia — penurunan fungsi kognitif, kehilangan memori, perubahan kepribadian
- Tubes dorsalis — kerusakan sumsum tulang belakang yang menyebabkan gangguan keseimbangan, nyeri tajam menusuk, dan hilangnya sensasi di kaki
- General paresis — peradangan otak kronis yang menyebabkan gangguan mental, halusinasi, dan delusi
- Gangguan penglihatan — kebutaan karena kerusakan saraf optik
- Gangguan pendengaran — tuli karena kerusakan saraf pendengaran
Pada tahap ini, kerusakan organ sering sudah permanen — meskipun bakteri dibunuh dengan antibiotik, kerusakan yang sudah terjadi nggak bisa dipulihkan sepenuhnya.
Tahap 4: Neurosifilis (Kategori Terpisah)
Beberapa ahli menganggap neurosifilis sebagai tahap ke-4, karena bisa terjadi di tahap sekunder (neurosifilis dini) atau tersier (neurosifilis lanjut). Secara khusus:
- Neurosifilis dini — meningitis sifilis, stroke pada orang muda, gangguan saraf kranial
- Neurosifilis lanjut — general paresis, tapes dorsalis, atrofi optik
Gejala neurosifilis lanjut yang paling parah:
- Paralisis umum — kelumpuhan progresif
- Inkontinensia — nggak bisa kontrol buang air kecil/besar
- Gangguan psikiatri — depresi berat, psikosis, halusinasi
- Kehilangan koordinasi — jalan sempoyongan (gait ataksia)
- Nyeri tajam — "lightning pains" di kaki
Diagnosis Sifilis
Diagnosis sifilis dilakukan melalui:
- Tes darah serologi — mendeteksi antibodi terhadap Treponema pallidum
- VDRL/RPR (non-treponemal) — skrining, bisa positif palsu
- TPHA/TPPA (treponemal) — konfirmasi, spesifik
- Mikroskopi lapangan gelap — melihat bakteri langsung dari luka (chancre)
- PCR — deteksi DNA bakteri
Pada sifilis primer, tes darah mungkin masih negatif di awal (seronegatif), jadi kalau ada luka yang mencurigakan, dokter mungkin akan mengulang tes beberapa minggu kemudian.
Pengobatan Sifilis
Kabar baik: sifilis bisa disembuhkan total dengan antibiotik yang tepat.
Obat utama:
- Benzathine penisilin G injeksi — obat pilihan. Dosis tergantung tahapan.
- Sifilis primer, sekunder, laten dini: 1 dosis (2,4 juta unit)
- Sifilis laten lanjut atau tidak diketahui durasinya: 3 dosis (masing-masing 1 minggu)
- Neurosifilis: penisilin G intravena selama 10-14 hari
Alternatif (untuk alergi penisilin):
- Doxycycline
- Tetracycline
- Ceftriaxone
Penting:
- Pasien harus dipantau dengan tes darah ulang 3, 6, 12, dan 24 bulan setelah pengobatan untuk memastikan keberhasilan terapi
- Pasangan seksual juga harus diperiksa dan diobati
- Setelah pengobatan, ada risiko Jarisch-Herxheimer reaction — reaksi demam, menggigil, nyeri otot beberapa jam setelah injeksi karena bakteri mati massal
Pencegahan Sifilis
- Gunakan kondom — konsisten dan benar
- Batasi jumlah pasangan seksual
- Skrining rutin — terutama untuk kelompok berisiko tinggi (LSL, pekerja seks, pengguna narkoba suntik)
- Pengobatan pasangan — untuk mencegah reinfeksi
- Skrining pada ibu hamil — untuk mencegah sifilis kongenital pada bayi
Kesimpulan
Sifilis adalah penyakit yang punya perjalanan panjang — dari luka kecil yang tidak sakit di tahap awal, ruam di sekujur tubuh di tahap kedua, sampai kerusakan otak dan jantung yang fatal di tahap lanjut.
Tapi ingat: sifilis bisa disembuhkan total. Kuncinya adalah deteksi dini dan pengobatan yang tepat. Jangan tunggu sampai timbul komplikasi yang nggak bisa dipulihkan.
Pernah berhubungan seksual berisiko dan muncul gejala mencurigakan? Jangan abaikan. Yuk konsultasi gratis di The Skin Code Clinic Krian. Kami siap membantu dengan pelayanan ramah, profesional, dan privasi terjamin. Hubungi kami via WhatsApp untuk booking jadwal sekarang!
Jika Anda butuh penanganan masalah kulit dan kelamin secara menyeluruh, kami punya panduan lengkap tentang layanan spesialis kulit dan kelamin di Krian Sidoarjo — termasuk dokter dan alur konsultasinya.
— Tim The Skin Code Clinic Krian
Baca juga
Artikel berikut masih berkaitan dengan topik di atas: Spesialis Kulit dan Penyakit Kelamin di Sidoarjo: Penanganan Medis hin, 6 Langkah Perawatan di The Skin Code Clinic Krian: Begini Prosesnya da, 4 Tanda Awal Infeksi Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai Segera.