"Eksim itu menular, ya?"

Ini pertanyaan paling umum yang sering ditanyakan tentang eksim. Dan jawabannya: tidak. Eksim nggak menular sama sekali. Tapi karena penampakannya yang kadang merah, bersisik, dan terlihat "tidak biasa", banyak orang yang salah paham.

Eksim atau dermatitis adalah istilah umum untuk peradangan pada kulit. Bentuknya bisa bermacam-macam: dari bercak merah kering yang gatal sampai lepuhan basah yang merembes. Dan kabar buruknya: eksim bisa sangat mengganggu kualitas hidup kalau nggak ditangani dengan tepat.

Nah, di artikel ini kita bakal bahas 5 hal penting yang perlu kamu tahu soal eksim. Lengkap dari jenis, penyebab, sampai cara ngatasinnya.

Apa Itu Eksim?

Secara medis, eksim disebut juga dermatitis — "derm" artinya kulit, "itis" artinya peradangan. Jadi dermatitis adalah peradangan pada kulit.

Eksim bukan satu penyakit tunggal, tapi sekelompok kondisi kulit yang punya ciri khas sama: kulit merah, meradang, gatal, dan kadang mengelupas atau melepuh.

Ada beberapa jenis eksim yang paling sering ditemui. Masing-masing punya penyebab dan penanganan yang sedikit berbeda.

5 Hal Penting Soal Eksim yang Wajib Kamu Tahu

1. Eksim Itu Ada Beberapa Jenis

Nggak semua eksim sama. Ini jenis-jenis eksim yang paling umum:

# Atopic Dermatitis (Eksim Atopik)

Ini yang paling sering disebut "eksim" oleh orang awam. Biasanya dimulai sejak bayi atau anak-anak, dan sering berkaitan dengan riwayat alergi (asma, alergi makanan, hay fever).

Ciri khasnya:

Atopic dermatitis punya komponen genetik yang kuat. Kalau kedua orang tua punya riwayat alergi, risiko anak mengalami eksim atopik bisa mencapai 60%.

# Contact Dermatitis (Dermatitis Kontak)

Ini eksim yang dipicu oleh kontak langsung dengan zat tertentu. Dibagi dua:

Dermatitis Kontak Iritan: Terjadi karena kulit kontak dengan zat yang mengiritasi — misalnya deterjen, sabun keras, pembersih lantai, asam/basa. Ini jenis yang paling umum.

Dermatitis Kontak Alergi: Reaksi alergi setelah kontak dengan zat tertentu. Contoh klasik: alergi nikel di perhiasan, alergi pewarna rambut, alergi parfum, alergi lateks, atau alergi tumbuhan seperti poison ivy.

Bedanya: dermatitis kontak iritan bisa terjadi pada siapa saja, sedangkan alergi hanya terjadi pada orang yang sensitif terhadap zat tersebut.

# Seborrheic Dermatitis (Dermatitis Seboroik)

Ini eksim yang muncul di area yang banyak kelenjar minyak — kulit kepala, alis, samping hidung, dada, dan belakang telinga.

Ciri khasnya:

Penyebabnya diduga terkait dengan jamur Malassezia yang tumbuh berlebihan di area berminyak.

# Nummular Dermatitis (Eksim Numular)

Eksim yang muncul dalam bentuk bercak-bercak bulat seperti koin. Biasanya di lengan, kaki, atau punggung tangan.

Ciri khasnya:

# Dyshidrotic Eczema (Eksim Dishidrosis)

Eksim yang muncul di telapak tangan dan telapak kaki. Bentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi cairan yang sangat gatal.

Ciri khasnya:

2. Bukan Cuma Faktor Kulit — Ada Peran Genetik dan Imun

Banyak orang menganggap eksim cuma masalah kulit kering biasa. Padahal, ada mekanisme kompleks di baliknya.

Faktor genetik: Orang dengan eksim atopik biasanya memiliki mutasi pada gen filaggrin. Filaggrin adalah protein yang berperan penting dalam membentuk skin barrier. Tanpa filaggrin yang cukup, skin barrier jadi rapuh dan air mudah menguap.

Sistem imun yang overaktif: Tubuh "terlalu" waspada terhadap pemicu yang sebenarnya nggak berbahaya. Akibatnya, sistem imun memicu peradangan berlebihan yang bikin kulit merah, panas, dan gatal.

Dysbiosis mikrobioma kulit: Kulit yang sehat punya keseimbangan bakteri baik dan jahat. Pada eksim, keseimbangan ini terganggu — bakteri jahat (terutama Staphylococcus aureus) tumbuh berlebihan.

Ini penting dipahami: eksim bukan sekadar "kulit kering" biasa. Karena itu, pelembab biasa kadang nggak cukup — kadang butuh obat anti-inflamasi seperti kortikosteroid topikal.

3. Flare-Up Eksim Bisa Dipicu Banyak Hal

Eksim punya siklus kambuh (flare) dan membaik (remisi). Kenali pemicu flare-up kamu biar bisa dihindari:

Pemicu Umum Eksim:

Setiap orang punya pemicu yang beda. Tipsnya: bikin jurnal eksim. Catat kapan flare-up terjadi, apa yang kamu makan, apa produk yang kamu pakai, dan bagaimana kondisi cuaca.

4. Perawatan Eksim Nggak Cuma Obat Oles

Penanganan eksim sebaiknya komprehensif, bukan cuma mengandalkan obat oles dari dokter. Ini beberapa pilar utama perawatan eksim:

# Pilar 1: Perbaiki Skin Barrier

Ini dasar dari semua perawatan eksim. Gunakan pelembab yang kaya akan:

Aplikasikan pelembab segera setelah mandi dan sesering mungkin sepanjang hari. Semakin sering, semakin baik.

# Pilar 2: Hindari Pemicu

Identifikasi dan hindari pemicu flare-up kamu. Ini mungkin butuh:

# Pilar 3: Obat Anti-Inflamasi Saat Flare-Up

Saat flare-up, dokter biasanya meresepkan:

Penting: ikuti petunjuk dokter soal frekuensi dan durasi pemakaian obat steroid. Pemakaian jangka panjang bisa menyebabkan efek samping seperti penipisan kulit.

# Pilar 4: Perawatan untuk Kasus Berat

Kalau eksim sudah parah dan nggak merespon pengobatan standar, dokter mungkin menyarankan:

5. Mitos soal Eksim yang Perlu Diluruskan

Banyak banget miskonsepsi soal eksim yang beredar di masyarakat. Yuk luruskan:

❌ "Eksim itu menular."

Fakta: Eksim nggak menular sama sekali. Ini kondisi peradangan, bukan infeksi yang bisa ditularkan.

❌ "Eksim bisa disembuhkan total."

Fakta: Sebagian besar eksim (terutama atopik) bersifat kronis. Bisa dikendalikan dan dikelola, tapi nggak benar-benar "sembuh" total. Yang bisa kita lakukan adalah mengurangi frekuensi dan keparahan flare-up.

❌ "Eksim cuma masalah kulit, nggak perlu ke dokter."

Fakta: Eksim yang parah bisa memengaruhi kualitas hidup, tidur, dan kesehatan mental. Perlu penanganan medis yang tepat.

❌ "Eksim karena alergi makanan."

Fakta: Pada beberapa orang, makanan memang bisa memicu flare-up. Tapi nggak semua eksim disebabkan alergi makanan. Jangan asal diet ekstrem tanpa konsultasi dokter.

❌ "Steroid oles itu bahaya."

Fakta: Kortikosteroid topikal aman dan efektif kalau digunakan sesuai petunjuk dokter. Yang berbahaya adalah pemakaian berlebihan tanpa pengawasan.

Cara Merawat Kulit Eksim Sehari-hari

Rutinitas perawatan untuk kulit eksim harus sederhana dan lembut:

Pagi:

  1. Cuci muka dengan air hangat (jangan pakai sabun kalau nggak perlu)
  2. Aplikasikan pelembab
  3. Kalau lagi flare-up, aplikasikan obat oles dari dokter setelah pelembab
  4. Malam:

    1. Cuci dengan gentle cleanser tanpa pewangi
    2. Pelembab lebih tebal (bisa pakai krim malam atau emolien)
    3. Obat oles kalau diperlukan
    4. Tambahkan lapisan tipis petroleum jelly di area yang sangat kering
    5. Tips tambahan:

      Kapan Harus ke Dokter?

      Segera konsultasi ke dokter kulit kalau kamu mengalami:

      Kesimpulan

      Eksim memang kondisi yang kompleks dan kadang bikin frustrasi. Tapi dengan pemahaman yang tepat—mulai dari jenis, penyebab, pemicu, sampai cara perawatan—kamu bisa mengelola eksim dengan jauh lebih baik.

      Ingat: eksim bukan salahmu. Ini kondisi medis yang perlu ditangani, bukan sesuatu yang harus kamu terima begitu saja. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

      Eksim mengganggu kehidupanmu? Yuk konsultasi gratis di The Skin Code Clinic Krian. Dokter kulit kami akan membantu merancang perawatan yang tepat untuk kondisi kulitmu. Hubungi kami via WhatsApp untuk booking jadwal sekarang!

      — Tim The Skin Code Clinic Krian