# Pelajaran Berita CNN → Konten Website tslaw.id
*Disusun 12 Sep 2026 · sumber: arsip `tslaw_cnn_arsip.json` (43 berita, RSS nasional + ekonomi CNN Indonesia, 10–12 Sep 2026)*

## 1. Apa yang sudah disimpan
- **Script harvest:** `tslaw_cnn_harvest.py` (ambil RSS CNN → filter relevansi hukum → tarik isi artikel → klasifikasi niche & angle → simpan).
  - Jalan rutin: `python3 tslaw_cnn_harvest.py 20` (tambah max 20 berita baru), `--ulang` = hanya re-kalkulasi klasifikasi/tier/klaster.
- **Arsip:** `tslaw_cnn_arsip.json` — 43 berita, isi lengkap per paragraf + niche + angle hukum + tier + klaster topik.
- **Digest harian:** `tslaw_cnn_digest_2026-09-12.md` (enak dibaca, tandai Tier A 🅰️ / Tier B 🅱️).

| Ukuran | Angka |
|---|---|
| Berita tersimpan | 43 (nasional 33, ekonomi 10) |
| Tier A (layak jadi artikel) | **17** |
| Tier B (berita pendek / soft) | 26 |
| Kandidat baru/hari di RSS | ±40 relevan, ±14 layak artikel |
| Klaster isu (1 kejadian, banyak berita) | 3 grup (maks 4 berita/isu) |

## 2. Pola yang saya pelajari dari berita CNN
1. **Satu kejadian = 5–6 artikel.** Kasus "Pengeroyok Bambang Setiawan" muncul 6 kali dengan sudut berbeda (motif, peran, penangkapan, ancaman 12 tahun). → **Jangan** bikin 6 artikel: ambil **1 berita paling lengkap** lalu tulis 1 artikel analisis.
2. **Rubrik CNN tidak seimbang dengan niche TSLaw.** Distribusi arsip: Pidana 16, Tata Negara/Kebijakan 10, Tipikor 6, **Bisnis hanya 4**, Perdata/Konsumen 1, Ketenagakerjaan 2.
   → Niche inti TSLaw (bisnis, kontrak, HKI, konsumen) jarang jadi headline. **Kuncinya: geser angle.** Contoh: kasus korupsi *transfer pricing* Toba Pulp → artikel "risiko pidana korporasi & kepatuhan transfer pricing" (bukan artikel TPIPKOR).
3. **CNN berhenti di kutipan pejabat** ("polisi menetapkan tersangka", "Kejagung menyita"). Tidak ada penjelasan pasal, unsur, hak pihak, atau langkah hukum. **Itulah celah TSLaw**: analisis hukum yang tidak ada di berita.
4. **Judul CNN kaya istilah teknis** → emas untuk SEO long-tail: *transfer pricing, perampasan aset, uji materi, izin pekerja asing, keracunan pangan, tabrak lari*. Istilah ini yang dicari orang.
5. **Berita lokal = peluang klien lokal.** "Sopir Alphard tabrak lari **Surabaya**", "Keracunan MBG **Sidoarjo**" → artikel dengan kata kunci + lokasi (Surabaya/Sidoarjo) paling relevan untuk klien TSLaw.
6. **Kanal ekonomi lebih berguna untuk niche TSLaw** (pajak, izin usaha, monopoli, PPN) daripada kanal nasional (kriminalitas). Harvest sebaiknya jalan tiap pagi, 2 kanal ini saja cukup.
7. **Siklus hidup berita pendek (±3 hari).** Artikel website harus dibuat ≤3 hari setelah berita, atau diubah jadi artikel **evergreen** ("panduan pasal X") yang tetap dicari bertahun-tahun — pola ini yang sudah terbukti di tslaw.id (lihat 54 post existing: mayoritas panduan).

## 3. Aturan editorial wajib (bedah berita = area sensitif)
1. **Asas praduga tak bersalah:** tulis "tersangka/didakwa", **bukan** "pelaku/pembunuh". Jangan menyimpulkan bersalah sebelum putusan inkracht.
2. **Identitas:** pakai inisial untuk orang biasa (petani, sopir, tersangka non-pejabat); nama lengkap hanya untuk pejabat publik/narasumber resmi.
3. **Jangan copy-paste** isi CNN (risiko hak cipta). Tulis ulang dengan bahasa sendiri + analisis; kutipan pendek boleh dengan atribusi: *"dikutip dari pemberitaan CNN Indonesia, 11 September 2026"*. Sebutkan tanggal & media supaya kredibel.
4. **Disclaimer:** sertakan kalimat "Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat hukum atas kasus tertentu."
5. **Selalu ada nilai praktis:** setiap artikel diakhiri bagian "Apa yang harus dilakukan" (langkah konkret: kumpulkan bukti, lapor, somasi, mediasi, konsultasi).
6. **CTA konsultasi** di akhir (selaras gaya 54 artikel existing: "...Hubungi kami untuk konsultasi gratis").

## 4. Format artikel website (mengikuti gaya existing tslaw.id)
Struktur yang sudah terbukti di post terbaru (id 3356, 3354, 3352…):
- 800–1.200 kata, 32+ paragraf, 5–8 heading **H2**, tidak ada outbound link (site ini memang 0 link keluar).
- Alur: intro 2 paragraf (ringkas kasus/isu) → H2 konteks → H2 dasar hukum & unsur pasal → H2 proses/risiko → H2 apa yang harus dilakukan → **H2 FAQ (3–5 Q&A, format `<p><strong>Pertanyaan?</strong></p><p>Jawaban…</p>`)** → H2 Kesimpulan → CTA konsultasi.
- Slug pendek kebab-case (`tabrak-lari-pasal-hak-korban`), kategori 14 (Hukum Bisnis) untuk sudut bisnis.
- Featured image wajib ada (post existing semua punya) — pakai Pexels/potongan lokal, disarankan di-upload dulu ke media library.

### Template rubrik dari berita
| Tipe berita | Format artikel | Contoh dari arsip |
|---|---|---|
| Kasus pidana viral | **Bedah Kasus**: pasal, unsur, ancaman, hak korban/tersangka | Sopir Alphard tabrak lari Surabaya; petani Jambi tersangka karhutla |
| Tipikor / penyidikan | **Bedah Kasus Bisnis**: risiko korporasi & kepatuhan | Toba Pulp transfer pricing; KPK Unsoed; Kejagung sita Rp5 M |
| RUU / regulasi baru | **Update Regulasi**: apa artinya bagi pelaku usaha | RUU Reforma Agraria; izin pekerja asing; PPN |
| Vonis / putusan MK | **Panduan Prosedur** (evergreen) | Uji materi UU TNI di MK → cara uji materi |
| Isu konsumen massal | **Hak Konsumen**: tanggung jawab pelaku usaha | Keracunan MBG Sidoarjo |

## 5. Catatan teknis (penting — jangan lupa)
- **`cfg_tslaw.json` bukan JSON valid** (ada trailing comma di 3 array `items`). Gunakan `tslaw_wp.py` → `load_cfg()` yang membersihkan trailing comma. `json.load()` langsung akan gagal.
- **tslaw.id di balik Cloudflare: WAJIB HTTP/1.1.** Dari host ini HTTP/2 hang (TLS handshake sukses, request tidak dijawab). `requests` (default HTTP/1.1) + **timeout ≥120 detik** berhasil (respons ±45 detik/request).
- Kategori existing: **14 Hukum Bisnis (47 post)**, 108 HKI (3 post), 1 Uncategorized (7 post).
- Helper siap pakai: `tslaw_wp.py` (kategori, posts, ambil_post, buat_artikel status draft/publish).
- Alur produksi yang disarankan: harvest pagi → saya susun draft artikel (status **draft** di WP) → Bos review → publish → jadikan 1 konten Threads + FB + LinkedIn (pakai link artikel, sesuai pola `batch_artikel_rutin.py`).
