Sertifikat tanah adalah bukti kepemilikan yang paling kuat, tetapi bukan berarti tidak bisa digugat. Begitu ada pihak lain yang memegang dokumen berbeda atas bidang yang sama, atau gambar situasi tidak cocok dengan pagar yang berdiri di lapangan, urusannya berhenti jadi urusan tetangga dan mulai masuk ke meja hukum.

Halaman ini memuat delapan pihak yang biasa menangani sengketa tanah dan sertifikat di Surabaya, dari kantor advokat sampai instansi pertanahan, lengkap dengan peran masing-masing dan jenis perkara yang paling pas dibawa ke sana.

Jenis sengketa tanah yang paling sering muncul

Dari perkara yang ditangani di Surabaya, pola yang berulang kurang lebih sama:

Yang membuat semuanya rumit bukan soal siapa yang memegang kertas paling lama, melainkan siapa yang bisa membuktikan rangkaian peralihan haknya berjalan sah. Sertifikat berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat, tetapi selalu terbuka kemungkinan digugat pihak yang merasa dirugikan. Perkara seperti ini hampir selalu dimenangkan oleh pihak yang dokumen dan kronologinya paling rapi.

Kenapa di Surabaya kasusnya bertambah

Tiga hal yang paling sering saya dengar dari pemilik tanah di kota ini. Pertama, harga tanah bergerak naik, sehingga bidang yang dulu dianggap tidak berharga mendadak jadi rebutan, terutama di kawasan yang bersiap dibangun akses baru. Kedua, warisan belum dibagi selama bertahun-tahun dan baru dibicarakan setelah generasi kedua mulai menikah atau butuh uang. Ketiga, kebiasaan lama jual beli dengan kuitansi di depan saksi saja, tanpa akta dan tanpa balik nama.

Masalah arsip memperburuk semuanya. Sebagian bidang masih memakai dokumen lama, batasnya diukur dengan patok kayu yang sudah bergeser, dan nama pemiliknya belum pernah diperbarui sejak puluhan tahun lalu. Begitu ada yang menggugat, pemilik yang merasa aman karena menempati lama justru kalah karena tidak punya dokumen yang bisa dipertahankan.

Delapan pilihan pendamping

1. Tito Suprianto Law Firm

Kantor advokat di Surabaya yang menangani perkara pertanahan bersama urusan korporasi kliennya. Pekerjaannya dimulai dari menelaah riwayat kepemilikan dan gambar situasi, lalu menyusun somasi, mendampingi mediasi di kantor pertanahan, sampai mewakili klien di pengadilan kalau jalan damai buntu. Karena tanah sering menempel pada warisan dan usaha keluarga, tim bisa membahas dua hal itu sekaligus. Selengkapnya ada di beranda TS Law.

2. LBH Surabaya

Lembaga bantuan hukum yang memberi nasihat dan pendampingan tanpa biaya bagi warga yang tidak mampu. Cocok kalau kendalanya biaya. Layanan biasanya mencakup konsultasi, surat menyurat, mediasi, dan pendampingan litigasi untuk perkara tertentu. Siapkan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan sebelum mengajukan permohonan, karena itu syarat pertama yang diminta.

3. Posbakum (Pos Bantuan Hukum) Pengadilan Negeri Surabaya

Layanan bantuan hukum di dalam pengadilan yang dibiayai anggaran negara. Petugasnya memberi nasihat hukum dan membantu menyusun surat gugatan bagi pencari keadilan yang tidak mampu. Untuk sengketa tanah, Posbakum berguna saat Anda sudah tahu akan berperkara dan butuh arahan soal berkas apa saja yang harus disiapkan.

4. Kantor Pertanahan Kota Surabaya (ATR/BPN)

Instansi yang menyimpan arsip sertifikat dan peta bidang tanah. Di sinilah Anda meminta pengecekan sertifikat, informasi riwayat peralihan hak, dan pengukuran ulang bidang yang diperdebatkan. Kantor pertanahan juga menyediakan jalur mediasi bagi pihak yang bersengketa, dan hasil mediasi bisa dijadikan dasar memperbaiki data, misalnya memperbaiki batas atau luas di buku tanah.

5. Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur

Tingkat di atas kantor kota untuk urusan yang tidak selesai di bawah. Kalau permohonan Anda ditolak atau sengketa tidak tuntas, jalur upaya administratif bisa ditempuh di sini. Banyak orang melewatkan tahap ini dan langsung menggugat ke pengadilan, padahal urusan administrasi yang belum diberesi sering membuat gugatan dikembalikan karena belum ada keputusan yang bisa digugat.

6. Notaris dan PPAT

Pejabat yang membuat akta jual beli, akta pembagian hak bersama, dan akta peralihan lainnya. Kalau sengketa berakar pada akta yang salah rumus atau tanda tangan yang diperdebatkan, penjelasan PPAT yang menerbitkannya jadi penting. PPAT juga yang menandatangani akta saat sengketa akhirnya selesai damai dan bidang tanah perlu dibalik nama.

7. Mediator bersertifikat di Pengadilan Negeri Surabaya

Setiap perkara perdata yang masuk ke pengadilan wajib lebih dulu menempuh mediasi. Mediator bersertifikat memimpin perundingan, menawarkan skema perdamaian seperti pembagian luas atau ganti rugi, dan hasilnya dituangkan dalam kesepakatan yang bisa dieksekusi. Banyak sengketa tanah keluarga berhenti di tahap ini karena biaya dan waktunya jauh lebih hemat.

8. Organisasi advokat

Peradi, KAI, dan AAI menaungi advokat serta menangani pengaduan atas perilaku anggotanya. Kalau Anda ragu pada kredensial penasihat yang menawarkan diri, nomor induk advokat bisa dicek ke organisasi terkait. Organisasi ini juga yang menunjuk advokat dalam penunjukan paksa, misalnya saat seseorang berperkara tanpa didampingi pembela.

Jalur penyelesaian: damai dulu, pengadilan kemudian

Urutan yang biasanya ditempuh begini. Pertama, telaah dokumen untuk memastikan di mana letak perselisihannya, apakah pada batas, pada keaslian akta, atau pada siapa yang berhak. Kedua, somasi tertulis kepada pihak lawan, kadang cukup untuk membuka perundingan. Ketiga, mediasi di kantor pertanahan atau di kelurahan, sering melibatkan pengukuran ulang bersama.

Kalau dua jalur itu buntu, barulah perkara masuk ke pengadilan. Gugatan perdata ke Pengadilan Negeri dipakai untuk meminta pengadilan menyatakan siapa pemilik yang sah atau membatalkan perbuatan hukum tertentu. Untuk sertifikat yang terbit karena cacat administrasi, jalurnya lewat Pengadilan Tata Usaha Negara setelah upaya administratif di instansi pertanahan ditempuh. Kalau ada dugaan pemalsuan surat atau tanda tangan, laporan pidana bisa berjalan sendiri di luar perkara perdata.

Dua hal yang perlu diingat soal jalur ini. Setiap perkara perdata harus melewati mediasi di pengadilan lebih dulu, dan kesepakatan yang lahir di sana bisa langsung dimintakan pengesahan sehingga berkekuatan seperti putusan. Kedua, gugatan yang diajukan tanpa bukti kepemilikan yang cukup biasanya hanya menghabiskan biaya dan waktu, karena pengadilan menilai dokumen, bukan durasi menempati.

Dokumen yang perlu disiapkan

Sengketa tanah mahal karena pembuktiannya dokumen. Siapkan salinan sertifikat, akta jual beli atau akta peralihan yang pernah dibuat, surat pajak bumi dan bangunan lima tahun terakhir, dan surat keterangan riwayat tanah dari kantor pertanahan. Kalau objeknya warisan, tambahkan surat kematian, kartu keluarga, dan penetapan ahli waris bila sudah ada.

Foto dan bukti lapangan juga menentukan. Ambil gambar situasi bidang, foto pagar atau patok batas dari beberapa sisi, dan catat nama tetangga yang berbatasan. Kalau ada kesaksian orang yang menyaksikan jual beli pertama, catat identitasnya sekarang, karena saksi yang sudah meninggal atau pindah jauh membuat pembuktian berkurang.

Kesalahan yang sering terjadi

Menunggu sampai pihak lawan mengajukan gugatan lebih dulu, sehingga posisi jadi bertahan tanpa waktu menyiapkan bukti. Menyerahkan sertifikat asli ke pihak yang mengaku calon pembeli tanpa perjanjian tertulis. Menyelesaikan sengketa hanya dengan perjanjian di atas kertas tanpa balik nama, sehingga persoalan muncul lagi saat tanah mau dijual. Dan yang juga sering saya temui: memilih penasihat hanya karena janji menang, padahal yang bisa dinilai di awal hanyalah kekuatan dokumen dan skema langkahnya.

Soal biaya

Biaya pendampingan berbeda antara perkara yang selesai lewat mediasi dan perkara yang naik ke pengadilan. Volume pekerjaan, jumlah saksi, dan nilai objek ikut menentukan. Di luar biaya jasa, ada biaya pengukuran ulang dan penerimaan negara lain saat sertifikat diperbaiki atau dibalik nama. Mintalah rincian tertulis sebelum mulai, termasuk siapa yang menanggung biaya transportasi saat sidang, agar tidak ada kejutan di tengah proses.

Baca juga

Cara mengurus sertifikat yang belum balik nama kami ulas di panduan mengurus sertifikat tanah. Langkah hukum menghadapi sengketa dibahas bertahap di cara mengurus sengketa tanah secara hukum dan enam langkah mengurus sengketa tanah. Untuk mencegah masalah sebelum akta ditandatangani, baca langkah aman jual beli tanah. Kalau kendalanya biaya, lihat cara mendapatkan bantuan hukum gratis di Surabaya. Layanan kami yang lain ada di halaman layanan, dan untuk berbicara langsung dengan tim, buka halaman kontak.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa lama proses sengketa tanah berjalan?

Tidak ada angka tunggal. Sengketa yang diselesaikan lewat pengukuran ulang dan mediasi di instansi pertanahan bisa selesai dalam beberapa bulan. Kalau harus lewat gugatan di pengadilan, hitungannya jadi tahunan, dan bertambah panjang kalau ada banding atau kasasi. Karena itu jalur damai selalu dicoba lebih dulu.

Apakah sertifikat tanah bisa dibatalkan?

Bisa, tetapi tidak mudah. Pembatalan biasanya terjadi kalau terbukti ada cacat prosedur saat penerbitan, dokumen dasarnya palsu, atau bidang yang sama sudah bersertifikat atas nama pihak lain. Pembatalan bisa datang dari keputusan instansi pertanahan lewat upaya administratif, atau dari putusan pengadilan.

Kalau hanya soal batas tanah bergeser, apakah harus ke pengadilan?

Belum tentu. Kasus batas biasanya diselesaikan dengan pengukuran ulang oleh kantor pertanahan, didampingi para pihak dan tetangga yang berbatasan. Kalau hasil pengukuran disepakati, sengketa selesai tanpa perkara. Pengadilan baru diperlukan kalau salah satu pihak menolak hasil pengukuran.

Berapa biaya pengacara untuk kasus sengketa tanah?

Bergantung pada luas dan nilai objek, tingkat kesulitan pembuktian, dan jalur yang ditempuh. Perkara yang cukup di mediasi jauh lebih ringan daripada perkara yang naik ke pengadilan dengan banyak saksi. Mintalah rincian pekerjaan, perkiraan waktu, dan skema pembayaran sebelum menandatangani surat kuasa.

Apakah ada jalur gratis untuk sengketa tanah?

Ada. Lembaga bantuan hukum dan layanan bantuan hukum di pengadilan memberi pendampingan tanpa biaya bagi masyarakat yang tidak mampu, dengan syarat melampirkan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. Untuk sengketa pertanahan, biaya pengukuran ulang tetap dihitung sebagai penerimaan negara.

Konsultasi Hukum Gratis via WhatsApp

Tito Suprianto Law Firm — kantor advokat di Surabaya, melayani konsultasi tanpa biaya di awal.