Di Surabaya, urusan warisan jarang dimulai dari pembicaraan yang tenang. Biasanya dimulai dari sesuatu yang harus segera diurus: sertifikat tanah masih atas nama orang tua yang sudah meninggal, rekening bank tidak bisa dibuka, atau ada saudara yang menahan dokumen. Dari situ muncul pertanyaan yang sama, yaitu mencari pengacara warisan Surabaya yang bisa menjelaskan bagian masing-masing tanpa membuat keluarga semakin jauh. Saya sering menerima telepon seperti itu, dan pertanyaan pertamanya hampir selalu soal ongkos.
Halaman ini memuat delapan pihak yang bisa membantu mengurus warisan dan pembagian harta di Surabaya, dari pengadilan, notaris, kantor pertanahan, sampai lembaga bantuan hukum. Di dalamnya juga ada urutan langkah yang biasanya saya pakai saat mendampingi klien, satu hal yang harus dipisahkan sebelum harta dibagi, serta perkiraan waktu dan biaya yang jujur. Kalau Anda ingin segera tahu langkah paling awalnya, langsung saja ke bagian urutan langkah.
Yang paling sering menahan urusan warisan bukan perbedaan pendapat soal angka, melainkan tidak tahu harus mulai dari mana. Ayah atau ibu meninggal, rumah dan sawah tetap dipakai bersama seperti biasa, dan tidak ada yang merasa perlu mengurus dokumen sampai suatu hari ada yang ingin menjual atau menjadikan aset itu jaminan bank. Di titik itu masalahnya muncul: nama di sertifikat masih milik pewaris, bank menolak, dan calon pembeli meminta surat yang belum pernah dibuat.
Selain itu, ada beberapa hal kecil yang menumpuk jadi penghambat besar:
Pertanyaan ini muncul paling dulu, dan jawabannya bergantung pada siapa pewarisnya. Untuk keluarga yang tunduk pada hukum Islam, pembagian mengikuti Kompilasi Hukum Islam, dan perkara kewarisannya, baik permohonan penetapan maupun gugatan, diajukan ke Pengadilan Agama. Di Surabaya, kewenangan itu ada pada Pengadilan Agama Surabaya.
Kalau pewaris tidak tunduk pada hukum Islam, dasar yang dipakai adalah KUHPerdata. Di sana anak laki-laki dan anak perempuan menerima bagian yang sama, dan penetapan ahli waris untuk keperluan administrasi diminta lewat pengadilan negeri. Perbedaan dasar hukum ini bukan urusan teori, karena menentukan pengadilan mana yang berwenang, cara menghitung bagian, dan dokumen apa yang harus dibawa. Saya sering menemukan keluarga yang sudah menyiapkan surat keterangan waris dari notaris, lalu baru tahu di bank bahwa mereka harus menempuh jalur pengadilan lebih dulu. Urusan ini lebih murah dipastikan di awal daripada diperbaiki setelah surat terlanjur dibuat.
Kantor advokat di Surabaya yang menangani perkara warisan dari sisi yang paling tidak menyenangkan: menghitung dulu, baru menuntut. Pekerjaan awalnya biasanya memisahkan harta bersama dari harta warisan, menyusun daftar ahli waris lengkap dengan urutan golongannya, lalu menaksir porsi masing-masing sebelum satu rupiah pun dibicarakan di meja keluarga. Dari situ langkahnya bisa ke arah damai, misalnya mendampingi kesepakatan pembagian dan menyiapkannya dalam dokumen, atau ke arah memaksa lewat somasi dan gugatan kalau ada ahli waris yang menahan aset. Timnya juga biasa mendampingi permohonan penetapan ahli waris dan mengawal balik nama di kantor pertanahan, dua tahap yang sering macet bukan karena hukumnya rumit, melainkan karena berkas tidak lengkap. Profil dan layanannya ada di beranda TS Law.
Ini pengadilan yang berwenang untuk keluarga yang tunduk pada hukum Islam, dan salah satu layanannya yang paling sering dipakai adalah permohonan penetapan ahli waris. Penetapan itu diperlukan bukan karena ada yang berselisih, tetapi karena bank, kantor pertanahan, dan perusahaan meminta dokumen resmi yang menyebutkan siapa saja ahli waris dan berapa bagian masing-masing. Selain perkara permohonan, Pengadilan Agama juga mengadili gugatan waris, dan dalam perkara seperti itu pengadilan wajib menempuh mediasi lebih dulu. Untuk pengajuan, bekalnya sama seperti perkara lain: identitas pemohon, akta kematian, bukti hubungan keluarga, dan daftar harta yang diminta ditetapkan. Berkas yang rapi lebih menentukan kecepatan daripada bangunan argumen yang panjang.
Kalau pewaris tidak tunduk pada hukum Islam, jalur permohonan penetapan ahli waris dan sengketa waris ada di Pengadilan Negeri. Dasarnya KUHPerdata. Dalam perkara gugatan, hakim biasanya memeriksa lebih dulu apakah harta yang diperkarakan benar-benar harta warisan atau masih bercampur dengan harta bersama, karena pemeriksaan itu menentukan luas sengketa. Selain memperhatikan bagian menurut undang-undang, pengadilan juga mengenal bagian mutlak yang tidak boleh dilanggar oleh pemberian semasa hidup atau wasiat, sehingga klaim bisa datang dari dua arah: ahli waris yang merasa bagiannya kurang, dan ahli waris yang merasa dikeluarkan dari daftar. Untuk perkara seperti ini, bukti dokumen lebih berbobot daripada keterangan lisan yang saling bertentangan.
Untuk sebagian besar keluarga, notaris adalah pintu pertama yang paling praktis. Di sini dibuat surat keterangan waris, akta pembagian hak, maupun akta pernyataan sepakat soal bagian masing-masing. Kalau harta warisannya berupa tanah atau bangunan, peran PPAT masuk untuk menyiapkan akta yang menjadi dasar balik nama di kantor pertanahan. Yang perlu diingat, notaris bekerja berdasarkan dokumen, jadi hasilnya bergantung pada kelengkapan berkas yang Anda bawa: akta kematian, akta perkawinan orang tua, akta lahir para ahli waris, dan bukti kepemilikan aset. Karena itu, sebelum datang, rapikan dulu riwayat perkawinan dan kelahiran keluarga, terutama kalau ada pernikahan lebih dari satu atau anak dari perkawinan sebelumnya. Data seperti itu yang paling sering tertinggal dan membuat proses harus diulang.
Di kantor inilah nama di sertifikat berubah dari pewaris ke para ahli waris. Peralihan hak karena waris wajib didaftarkan, dan permohonannya tidak bisa diajukan oleh orang yang tidak berhak. Dalam praktik, berkas yang diminta biasanya mencakup sertifikat asli, akta kematian, surat keterangan waris atau penetapan ahli waris, identitas para ahli waris, dan bukti pembayaran yang diminta kantor setempat. Ada juga situasi yang membuat prosesnya lebih dulu harus diurus, misalnya batas tanah tidak pernah diukur, luas di sertifikat berbeda dari kenyataan, atau tanah berada di kawasan yang tata ruangnya sudah berubah. Karena angka dan syarat administrasi bisa berbeda antar kantor, jangan berpatokan pada daftar yang Anda baca dari pengalaman orang lain. Datang atau hubungi loket informasi dengan daftar pertanyaan yang jelas, dan minta daftar syarat terbaru secara tertulis.
Satu dokumen di dinas ini menentukan seluruh urusan berikutnya, yaitu akta kematian. Tanpa akta kematian, tidak ada satu pun lembaga yang mau memproses warisan, karena tidak ada bukti resmi bahwa pewaris sudah meninggal. Keluarga juga biasanya perlu memperbarui Kartu Keluarga dan menyesuaikan data kependudukan setelah kematian. Untuk mempercepat, siapkan dulu surat kematian dari rumah sakit, kelurahan, atau keterangan dari dokter, lengkap dengan Kartu Keluarga dan KTP pewaris. Kalau proses ini ditunda karena dianggap sepele, semua pencarian dokumen waris di belakangnya ikut tertunda, padahal biaya mengurusnya relatif kecil.
Untuk keluarga yang secara ekonomi tidak mampu, ada dua jalur bantuan hukum yang bisa dipakai. Yang pertama adalah Pos Bantuan Hukum di pengadilan, yang memberikan pendampingan pembuatan surat permohonan dan layanan lain tanpa biaya jasa bagi pengguna yang memenuhi syarat. Yang kedua adalah lembaga bantuan hukum, yang bisa mendampingi perkara waris secara cuma-cuma untuk masyarakat tidak mampu, biasanya dengan syarat surat keterangan tidak mampu dan bukti hubungan keluarga. Saya pernah melihat satu keluarga besar tertahan bertahun-tahun bukan karena tidak punya dasar hukum, tetapi karena tidak ada uang untuk membuat surat permohonan, dan jalur ini yang akhirnya membuka jalan. Datanglah dengan kronologi tertulis dan salinan dokumen yang ada, karena pendamping juga bekerja dari berkas, bukan dari cerita lisan.
Sebelum hakim memutus perkara perdata, pengadilan lebih dulu memerintahkan mediasi, dan inilah bagian yang paling sering menghasilkan perdamaian di perkara waris. Alasannya sederhana: perkara waris bersidang di ruang yang sama dengan orang-orang yang masih punya hubungan keluarga di luar perkara. Mediator bersertifikat membantu keluarga menyusun pembagian yang bisa diterima semua pihak, termasuk hal yang tidak bisa diperintahkan putusan, misalnya siapa yang tetap tinggal di rumah warisan atau bagaimana biaya perawatan makam dibagi. Kalau tercapai, kesepakatan itu dituangkan dalam kesepakatan perdamaian dan kekuatannya sama seperti putusan. Untuk keluarga yang masih berkomunikasi, jalur ini biasanya lebih murah dan lebih cepat, jadi layak dicoba sebelum semua komunikasi ditutup.
Urutan ini hasil dari beberapa kali membetulkan pekerjaan yang dikerjakan mundur, jadi tolong jangan dilompati:
Bagian ini yang paling sering keliru, dan kesalahannya mahal. Kalau yang meninggal masih dalam ikatan perkawinan, tidak semua hartanya masuk ke meja warisan. Harta yang diperoleh selama masa perkawinan adalah harta bersama, dan separuhnya menjadi milik pasangan yang masih hidup. Yang dibagi kepada ahli waris hanya bagian milik pewaris, kecuali ada perjanjian kawin yang menentukan lain. Tanpa pemisahan ini, bagian semua anak dihitung dari angka yang terlalu besar, dan hasilnya bisa dipersoalkan lagi bertahun-tahun kemudian oleh pihak yang merasa dirugikan.
Dua hal lain yang juga sering muncul dan layak ditanyakan di awal. Wasiat tidak bisa dijadikan jalan untuk menghabiskan seluruh harta, karena dalam keluarga yang tunduk pada hukum Islam wasiat kepada pihak selain ahli waris dibatasi sepertiga, dan kalau melebihi batas itu perlu persetujuan ahli waris. Anak angkat juga punya kedudukannya sendiri: dalam keluarga Muslim ia tidak menjadi ahli waris, tetapi bisa menerima wasiat wajibah yang besarnya juga dibatasi dan biasanya perlu ditetapkan pengadilan, sedangkan dalam keluarga yang tunduk pada KUHPerdata kedudukannya mengikuti ketentuan pengangkatan anak. Kalau salah satu situasi ini ada di keluarga Anda, lebih aman membahasnya dengan notaris atau pengacara sebelum angka pembagian dibicarakan dengan saudara, karena kesepakatan yang dibuat setelah salah paham biasanya lebih sulit diperbaiki.
Saya tidak akan memberi satu angka pasti, karena angka pasti hanya bisa keluar setelah melihat jumlah aset dan kondisi keluarga. Yang bisa saya jelaskan adalah komponennya. Ada biaya pembuatan dokumen di notaris, ada biaya pendaftaran di kantor pertanahan, dan, kalau memakai jasa pengacara, ada honorarium pendamping yang besarnya bergantung pada luas pekerjaan. Balik nama karena waris biasanya lebih ringan dibanding balik nama karena jual beli, karena dasar peralihannya bukan transaksi jual beli, tetapi tetap ada biaya administrasi dan jasa yang harus dibayar. Untuk perkara di pengadilan, biaya perkara disetor langsung oleh pihak yang mengajukan, dan itu terpisah dari honorarium pengacara. Kalau Anda memakai jasa pengacara warisan Surabaya atau konsultan hukum, mintalah rincian tertulis seperti itu sejak awal, supaya tidak ada tagihan yang muncul di tengah proses ketika keluarga sudah terlanjur berjalan.
Soal waktu, keluarga yang sudah sepakat dan dokumennya lengkap biasanya selesai dalam hitungan minggu sampai beberapa bulan. Kalau harus lewat penetapan pengadilan, tambahannya hitungan bulan. Kalau sudah masuk gugatan, satu sampai dua tahun bukan angka yang aneh, apalagi kalau naik banding. Karena itu, kalau ada pilihan antara menyelesaikan perbedaan di meja mediasi atau membawanya ke hakim, saya hampir selalu mendorong klien mencoba meja mediasi lebih dulu. Bukan karena pengadilan tidak berguna, tetapi karena biaya waktu di jalur itu dibayar oleh seluruh keluarga, termasuk yang tidak berselisih.
Langkah pertamanya bukan gugatan, tetapi perhitungan dan pembicaraan ulang dengan angka yang sudah benar. Di tahap ini, pengacara warisan Surabaya yang mau menghitung dulu sebelum berperkara biasanya lebih menghemat biaya daripada yang langsung menawarkan gugatan. Pengalaman saya, banyak pertengkaran waris sebenarnya berakar pada satu kesalahan hitung atau satu dokumen yang disimpan tanpa diberitahukan. Kalau pembicaraan langsung sudah buntu, gunakan mediator. Untuk perkara yang masuk pengadilan, mediasi adalah tahap wajib, jadi tidak ada ruginya memulai lebih awal dan dengan mediator yang disepakati kedua pihak.
Kalau mediasi gagal, jalur berikutnya somasi tertulis, lalu gugatan ke pengadilan yang berwenang. Sebelum sampai ke sana, ada dua hal yang sebaiknya dihitung lebih dulu: nilai aset yang benar-benar diperebutkan dan hubungan keluarga yang akan dibayar mahal setelah perkara selesai. Saya pernah mendampingi keluarga yang menang di pengadilan tetapi kehilangan komunikasi dengan saudaranya sejak sidang pertama, dan itu bukan hasil yang biasanya orang bayangkan saat pertama datang. Untuk urusan seperti ini, keputusan yang paling sering bertahan lama adalah keputusan yang bisa diterima semua pihak, bukan yang paling menang.
Dasar-dasar pembagian menurut hukum Islam dan KUHPerdata ada di panduan lengkap pembagian waris, sedangkan langkah praktisnya ada di enam langkah mengurus warisan tanpa sengketa keluarga. Perbedaan warisan dan hibah, termasuk syarat dan cara mengurusnya, dibahas di warisan dan hibah. Kalau yang Anda butuhkan lebih dulu adalah wasiat, mulailah dari cara membuat surat wasiat dan pengacara surat wasiat di Surabaya. Soal aset yang paling sering jadi sengketa, lihat cara mengurus sertifikat tanah dan langkah aman jual beli tanah. Kalau warisan berjalan bersama perceraian orang tua, bacalah panduan cerai gugat. Untuk keluarga yang butuh bantuan hukum tanpa biaya, jalurnya ada di cara mendapatkan bantuan hukum gratis di Surabaya. Gambaran umum kantor kami ada di halaman law firm Surabaya dan layanan kami, atau kirim pertanyaan langsung lewat halaman kontak.
Angkanya bergantung pada pekerjaan yang diminta, jadi jangan tertarik pada satu harga borongan tanpa rincian. Hal pertama yang menentukan adalah jalurnya: kalau keluarga sudah sepakat dan yang dibutuhkan hanya surat keterangan waris lewat notaris lalu balik nama, pekerjaannya jauh lebih ringan daripada perkara yang harus diputus pengadilan. Hal kedua adalah jumlah aset dan jumlah ahli waris, karena semakin banyak nama yang harus dilacak, semakin banyak dokumen yang harus dikumpulkan dan diperiksa. Mintalah penawaran yang memisahkan honorarium pendamping dari biaya yang dibayarkan ke pihak lain, seperti biaya notaris dan biaya pendaftaran di kantor pertanahan. Untuk perkara di pengadilan, biaya perkara disetor sendiri oleh pemohon atau penggugat, dan angkanya berbeda dari honorarium pengacara.
Kalau semua ahli waris sepakat dan dokumennya lengkap, urusan bisa selesai dalam hitungan minggu sampai beberapa bulan. Waktu itu habis di pengumpulan akta kematian, akta lahir, buku nikah, dan sertifikat, lalu di proses balik nama di kantor pertanahan. Kalau harus lewat permohonan penetapan ahli waris ke pengadilan, tambahannya biasanya hitungan bulan, tergantung jadwal sidang dan kelengkapan berkas. Yang paling panjang adalah jalur sengketa: gugatan waris bisa berjalan lebih dari setahun, dan kalau ada banding atau kasasi, waktunya bertambah lagi. Penyebab penundaan yang paling sering saya temui bukan pengadilan, melainkan satu ahli waris yang tidak bisa dihubungi atau menolak menandatangani apa pun.
Tidak selalu, dan jawabannya bergantung pada hukum yang berlaku bagi keluarga Anda. Dalam keluarga yang tunduk pada hukum Islam, bagian ahli waris sudah ditentukan, dan bagian anak laki-laki berbeda dari anak perempuan. Dalam keluarga yang tunduk pada KUHPerdata, anak laki-laki dan anak perempuan menerima bagian yang sama. Sebelum sampai ke angka itu, ada satu hal yang harus dipisahkan lebih dulu, yaitu harta bersama selama perkawinan. Kalau yang meninggal masih berpasangan, separuh harta bersama adalah milik pasangan yang hidup, dan yang masuk ke meja warisan hanya bagian milik pewaris. Kalau langkah ini dilewati, bagian semua ahli waris dihitung dari angka yang terlalu besar.
Secara praktik bisa, tetapi hampir selalu bermasalah kalau dikerjakan dengan jalan pintas. Satu ahli waris tidak bisa menjual sendiri tanah yang masih tercatat atas nama pewaris dan belum dibagi, karena bank, notaris, dan calon pembeli akan meminta surat keterangan waris atau penetapan ahli waris lebih dulu. Penjualan yang dilakukan tanpa persetujuan seluruh ahli waris berisiko dibatalkan, dan uangnya sudah terlanjur dipakai. Jalur yang rapi adalah mengurus dokumen kewarisan dan balik nama lebih dulu, baru menjual dengan persetujuan semua pihak. Kalau tujuan menjual adalah untuk membagi hasilnya, kesepakatan soal porsi masing-masing sebaiknya dibuat tertulis sebelum transaksi berjalan.
Untuk sebagian keluarga, bisa. Surat keterangan waris lazimnya dibuat oleh notaris, dan untuk keperluan administrasi seperti balik nama di kantor pertanahan atau pencairan di bank, surat itu sering sudah cukup. Tetapi tidak semua golongan bisa menempuh jalur ini. Ada kelompok keluarga yang harus meminta penetapan dari pengadilan lebih dulu, dan pengadilan yang berwenang berbeda sesuai hukum yang berlaku bagi pewaris: Pengadilan Agama untuk keluarga yang tunduk pada hukum Islam, Pengadilan Negeri untuk yang tunduk pada KUHPerdata. Karena itu, sebelum memesan surat, pastikan dulu golongan keluarga Anda masuk yang mana, supaya dokumen yang dibuat tidak ditolak di bank atau di kantor pertanahan.
Konsultasi Warisan via WhatsApp
Tito Suprianto Law Firm, kantor advokat di Surabaya. Pemeriksaan awal soal warisan tidak dipungut biaya.