#!/usr/bin/env python3
"""TSLaw: artikel ketigabelas — 6 Pengacara Hak Asuh Anak dan Nafkah di Surabaya.
Aturan: 1.000-1.300 kata tanpa padding, entri 1 Tito Suprianto Law Firm + tautan beranda,
lembaga/peran nyata (Pengadilan Agama Surabaya, Pengadilan Negeri Surabaya, LBH APIK Surabaya,
LBH Surabaya, UPTD PPA Kota Surabaya, mediator bersertifikat), tombol WA di akhir,
FAQ 5 + schema FAQPage, kategori 14 + 4 tag, meta Yoast REST. Gaya bahasa lewat pass humanizer:
tanpa em dash, tanpa kutip melengkung, tanpa jargon AI, tanpa rule-of-three paksa.
Salinan isi disimpan ke artikel13.html sebelum dikirim (REST JSON saja)."""
import json, os, re

OUT = "/home/mantapman/.hermes/profiles/atun/workspace/tslaw_listikel"
os.makedirs(OUT, exist_ok=True)
WA = "6281909222026"

CTA = f"""<p style="text-align:center;margin:34px 0 8px">
<a href="https://wa.me/{WA}?text=Halo%20TS%20Law%2C%20saya%20ingin%20konsultasi%20soal%20hak%20asuh%20anak%20dan%20nafkah" target="_blank" rel="noopener"
style="display:inline-block;background-color:#122b63;color:#ffffff;font-weight:600;font-size:17px;
padding:15px 30px;border-radius:8px;text-decoration:none">Konsultasi Hak Asuh Anak via WhatsApp</a>
</p>
<p style="text-align:center;font-size:14px;color:#5b5b6b;margin:0 0 26px">
Tito Suprianto Law Firm, kantor advokat di Surabaya. Pemeriksaan awal dokumen perkara keluarga Anda tidak dipungut biaya.</p>"""

FAQ = [
    ('Berapa biaya jasa pengacara hak asuh anak surabaya?',
     'Tidak ada angka tunggal. Nilainya bergantung pada jalur pengadilan yang dipakai, luas tuntutan, dan apakah '
     'perkara selesai di mediasi atau berlanjut sampai eksekusi. Yang biasanya masuk rincian adalah honorarium '
     'pendampingan, biaya perkara, biaya pengukuhan kesepakatan, dan biaya penelusuran dokumen. Mintalah rincian '
     'tertulis sebelum menandatangani surat kuasa supaya tidak ada tambahan yang muncul di tengah jalan.'),
    ('Apakah hak asuh anak selalu jatuh ke ibu?',
     'Tidak otomatis. Untuk anak yang belum berumur 12 tahun, Kompilasi Hukum Islam mengarahkan pemeliharaan kepada '
     'ibu, sedangkan anak yang dinilai sudah mampu memilih diberi kesempatan menentukan sendiri. Yang tetap menjadi '
     'patokan utama adalah kepentingan terbaik anak, dan ibu bisa kehilangan hak asuh bila terbukti menelantarkan '
     'anaknya.'),
    ('Apakah nafkah anak tetap dibayar setelah bercerai?',
     'Ya. Kewajiban ayah atas biaya pemeliharaan dan pendidikan anak tidak berhenti karena perceraian. Kalau ayah '
     'tidak mampu, pengadilan dapat menentukan ibu ikut memikul sebagian. Penghasilan yang kecil tidak menghapus '
     'kewajiban itu, hanya mempengaruhi besaran yang dibayarkan setiap bulan.'),
    ('Bisakah hak asuh diubah setelah putusan berkekuatan hukum tetap?',
     'Bisa, lewat gugatan baru dengan alasan keadaan sudah berubah. Contoh yang sering muncul adalah pemegang asuh '
     'pindah jauh atau menghalangi pihak lain bertemu anak. Kompilasi Hukum Islam Pasal 110 membuka pencabutan hak '
     'pemeliharaan kalau pemegangnya tidak lagi menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak.'),
    ('Bisakah nafkah diminta sebelum perceraian diputus?',
     'Bisa. Selama gugatan berjalan, pengadilan dapat menentukan nafkah yang harus ditanggung suami dan menetapkan '
     'hal yang perlu untuk menjamin pemeliharaan anak, sebagaimana diatur Pasal 24 Peraturan Pemerintah Nomor 9 '
     'Tahun 1975. Permintaan itu diajukan dalam gugatan atau sebagai gugatan balik, jadi sebaiknya dibicarakan '
     'sejak konsultasi pertama.'),
]

ENTRI = [
    ('Tito Suprianto Law Firm',
     'Kantor advokat di Surabaya yang mendampingi perkara hak asuh anak, nafkah, dan harta bersama dari mediasi '
     'sampai eksekusi. Pekerjaan biasanya dimulai dari membaca ulang kronologi rumah tangga, menghitung kebutuhan '
     'anak secara tertulis, lalu menyusun tuntutan nafkah yang bisa dibuktikan di persidangan. Hasil konsultasi '
     'disampaikan sebagai langkah tertulis, bukan saran lisan yang mudah hilang. Profil dan bidang layanannya ada '
     'di <a href="https://www.tslaw.id/">beranda TS Law</a>.'),
    ('Pengadilan Agama Surabaya',
     'Bagi keluarga Muslim, perkara cerai gugat, hak asuh, dan nafkah diputus di Pengadilan Agama. Posbakum di '
     'pengadilan ini memberi layanan bantuan hukum gratis bagi pencari keadilan yang tidak mampu, termasuk '
     'penyusunan surat gugatan sederhana dan pendampingan di ruang sidang. Karena perkara perceraian wajib melalui '
     'mediasi lebih dulu, sidang awal biasanya dipakai mencari kesepakatan soal anak.'),
    ('Pengadilan Negeri Surabaya',
     'Untuk pasangan non-Muslim, perceraian beserta tuntutan hak asuh dan nafkah berjalan di Pengadilan Negeri. '
     'Pengadilan yang sama juga memutus permohonan pencabutan kekuasaan orang tua ketika orang tua terbukti '
     'menelantarkan anak. Pihak yang tidak mampu bisa mengajukan pembebasan biaya perkara lewat Posbakum di '
     'lingkungan peradilan umum.'),
    ('LBH APIK Surabaya dan LBH Surabaya',
     'Lembaga bantuan hukum seperti LBH APIK Surabaya dan LBH Surabaya menangani perkara perempuan dan anak tanpa '
     'biaya bagi pelapor yang memenuhi syarat, termasuk pendampingan hak asuh dan penagihan nafkah. Antrean '
     'perkaranya bisa panjang karena jumlah advokat dan paralegalnya terbatas, jadi berkas yang rapi mempercepat '
     'Anda masuk daftar pendampingan.'),
    ('UPTD PPA Kota Surabaya',
     'Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Surabaya menerima laporan penelantaran, '
     'kekerasan, dan perebutan anak. Lembaganya menyediakan konseling, rumah aman, serta pendampingan ketika '
     'perkara dibawa ke pengadilan. Untuk nafkah yang macet, laporan ke lembaga ini sering dipakai sebagai bahan '
     'pendukung sebelum permohonan eksekusi diajukan.'),
    ('Mediator bersertifikat',
     'Mediasi wajib ditempuh lebih dulu di hampir semua perkara perdata, termasuk perceraian, kecuali perkara yang '
     'dikecualikan oleh Peraturan Mahkamah Agung. Mediator yang terdaftar di pengadilan membantu menyusun '
     'kesepakatan soal jadwal kunjungan, besar nafkah, dan pengasuhan bersama. Kesepakatan yang disetujui kedua '
     'pihak dan dikuatkan hakim dalam akta perdamaian punya kekuatan seperti putusan.'),
]

ISI = """<p>Perceraian tidak selesai begitu putusan hakim dibacakan. Pertanyaan yang paling sering menyusul justru soal
anak: siapa yang mengasuh, berapa nafkahnya setiap bulan, dan bagaimana kalau keputusan itu dilanggar. Di Surabaya,
sengketa seperti ini berjalan di dua jalur pengadilan yang berbeda, jadi langkah pertama selalu memastikan perkara
Anda masuk ke pengadilan yang tepat.</p>
<p>Halaman ini memuat enam tempat dan pendamping yang menangani hak asuh anak serta nafkah di Surabaya, mulai dari
kantor advokat sampai lembaga bantuan hukum dan lembaga pemerintah. Di bawahnya ada dasar hukum yang dipakai hakim,
urutan langkah, dan lima pertanyaan yang paling sering masuk lewat WhatsApp kami.</p>

<h2>Apa yang dimaksud hak asuh anak dan nafkah setelah perceraian</h2>
<p>Hak asuh anak, atau hadhanah, adalah kewenangan mengasuh, mendidik, dan memelihara anak. Ini bukan sekadar soal
anak tinggal bersama siapa. Undang-undang menempatkan anak tetap berhak diasuh orang tuanya sendiri, dan pemisahan
baru dibenarkan kalau ada alasan sah yang menjadikan pemisahan itu pertimbangan terakhir demi kepentingan terbaik
anak (Pasal 14 Undang-Undang Perlindungan Anak).</p>
<p>Nafkah melekat pada dua orang berbeda. Pasal 41 Undang-Undang Perkawinan menyebut ayah bertanggung jawab atas
biaya pemeliharaan dan pendidikan anak, dan bila ayah tidak dapat memenuhinya, pengadilan dapat menentukan ibu ikut
memikul. Pada pasal yang sama, pengadilan juga boleh mewajibkan bekas suami memberi biaya penghidupan kepada bekas
istri. Untuk keluarga Muslim, Kompilasi Hukum Islam Pasal 105 menambah satu patokan: anak yang belum berumur 12
tahun diasuh ibunya, sementara biaya pemeliharaannya tetap ditanggung ayah.</p>

<h2>Enam tempat mengurus hak asuh anak dan nafkah di Surabaya</h2>
<h3>1. {E0}</h3><p>{E0T}</p>
<h3>2. {E1}</h3><p>{E1T}</p>
<h3>3. {E2}</h3><p>{E2T}</p>
<h3>4. {E3}</h3><p>{E3T}</p>
<h3>5. {E4}</h3><p>{E4T}</p>
<h3>6. {E5}</h3><p>{E5T}</p>

<h2>Yang dinilai hakim dalam sengketa hak asuh</h2>
<p>Putusan hak asuh jarang ditentukan oleh siapa yang lebih kaya. Yang ditimbang lebih dulu adalah siapa selama ini
benar-benar mengurus anak, kedekatan anak dengan masing-masing orang tua, kesediaan memberi akses bertemu bagi pihak
lain, dan lingkungan tempat anak akan tumbuh. Riwayat kekerasan atau penelantaran menjadi pertimbangan yang berat.
Besaran nafkah dihitung dari penghasilan dan kebutuhan anak yang bisa dibuktikan, misalnya biaya sekolah dan
pengobatan. Karena itu slip gaji, mutasi rekening, dan catatan pengeluaran anak sebaiknya dikumpulkan sejak awal,
jauh sebelum perkara bergulir.</p>

<h2>Langkah yang kami sarankan sebelum mengajukan</h2>
<ol>
<li>Kumpulkan akta nikah, akta lahir anak, kartu keluarga, dan salinan putusan kalau sudah ada. Berkas seperti ini
yang dipakai menghitung nafkah dan menetapkan kedudukan anak.</li>
<li>Susun rincian biaya sekolah, kesehatan, dan kebutuhan harian anak untuk tiga bulan terakhir. Angka nyata jauh
lebih berguna daripada perkiraan yang disampaikan lisan.</li>
<li>Minta kesepakatan tertulis soal jadwal bertemu anak dan nominal nafkah. Perjanjian lisan lewat pesan singkat
mudah ditafsirkan berbeda oleh kedua pihak.</li>
<li>Tuntut hak asuh dan nafkah sekaligus dalam satu gugatan. Undang-undang juga membuka jalan meminta nafkah selama
perkara berjalan (Pasal 24 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975).</li>
<li>Kalau nafkah tidak dibayar setelah putusan, lanjutkan dengan teguran resmi (aanmaning) lalu permohonan eksekusi
ke pengadilan yang memutus perkara.</li>
</ol>
<p>Dari perkara keluarga yang kami dampingi, yang paling sering memakan waktu bukan persidangannya, melainkan
kerapian catatan pengeluaran anak dan bukti komunikasi antara kedua orang tua. Kalau Anda sedang mencari pengacara hak asuh anak Surabaya yang biasa menangani perkara keluarga, dua berkas tadi sebaiknya sudah disiapkan sebelum
konsultasi pertama.</p>

<h2>Baca juga</h2>
<p>Penjelasan awal soal pengasuhan ada di
<a href="https://www.tslaw.id/7-hal-penting-tentang-hak-asuh-anak-setelah-perceraian-yang-wajib-orang-tua-tahu/">tujuh
hal penting tentang hak asuh anak setelah perceraian</a>, sementara alur perkaranya dibahas di
<a href="https://www.tslaw.id/panduan-cerai-gugat/">panduan cerai gugat</a>. Untuk perkara yang serumpun, lihat
<a href="https://www.tslaw.id/pengacara-gugat-cerai-surabaya/">daftar pengacara gugat cerai di Surabaya</a> dan
<a href="https://www.tslaw.id/6-cara-mendapatkan-bantuan-hukum-gratis-di-surabaya-untuk-masyarakat/">enam cara
mendapatkan bantuan hukum gratis di Surabaya</a>. Soal harta peninggalan ada di
<a href="https://www.tslaw.id/6-langkah-mengurus-warisan-tanpa-sengketa-keluarga/">enam langkah mengurus warisan
tanpa sengketa keluarga</a>, perkiraan biaya pendampingan di
<a href="https://www.tslaw.id/biaya-jasa-law-firm-surabaya/">biaya jasa law firm Surabaya</a>, dan gambaran kantor
kami di <a href="https://www.tslaw.id/law-firm-surabaya/">law firm Surabaya</a>,
<a href="https://www.tslaw.id/layanan/">layanan kami</a>, serta
<a href="https://www.tslaw.id/hubungi/">halaman kontak</a>.</p>

<h2>Pertanyaan yang sering muncul</h2>
"""

_e = ENTRI
for i in range(len(_e)):
    ISI = ISI.replace("{%s}" % f"E{i}", _e[i][0]).replace("{%s}" % f"E{i}T", _e[i][1])

ISI += "\n".join(f"<h3>{q}</h3><p>{a}</p>" for q, a in FAQ) + f"""

{CTA}
<script type="application/ld+json">{json.dumps({"@context": "https://schema.org", "@type": "FAQPage",
    "mainEntity": [{"@type": "Question", "name": q, "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": a}} for q, a in FAQ]},
    ensure_ascii=False)}</script>"""

A13 = {"judul": "6 Pengacara Hak Asuh Anak dan Nafkah di Surabaya",
       "slug": "pengacara-hak-asuh-anak-surabaya",
       "fokus": "pengacara hak asuh anak surabaya",
       "seo": "Pengacara Hak Asuh Anak Surabaya dan Nafkah",
       "meta": ("Pengacara hak asuh anak surabaya: enam pilihan pendamping untuk mengurus hak asuh, nafkah anak, "
                "dan nafkah istri setelah perceraian."),
       "tag_nama": ["hak asuh anak", "nafkah anak", "perceraian", "advokat"],
       "isi": ISI}

if __name__ == "__main__":
    teks = re.sub(r"<(script|style)[^>]*>.*?</\1>", " ", A13["isi"], flags=re.S | re.I)
    kata = len([w for w in re.split(r"\s+", re.sub(r"<[^>]+>", " ", teks)) if w])
    print(f"{A13['slug']}")
    print(f"  kata       : {kata} (batas 1000-1300)")
    print(f"  meta       : {len(A13['meta'])} char (batas 158)")
    print(f"  judul SEO  : {len(A13['seo'])} char (batas 60)")
    print(f"  H1         : {len(A13['judul'])} char")
    print(f"  h2/h3      : {A13['isi'].count('<h2>')}/{A13['isi'].count('<h3>')}")
    print(f"  keyphrase di isi : {A13['isi'].lower().count(A13['fokus'])} kali")
    print(f"  meta mulai keyphrase : {A13['meta'].lower().startswith(A13['fokus'])}")
    print(f"  wa.me      : {'ada' if 'wa.me/' + WA in A13['isi'] else 'TIDAK'}")
    print(f"  FAQPage    : {'ada' if 'FAQPage' in A13['isi'] else 'TIDAK'}")
    print(f"  beranda    : {'ada' if 'https://www.tslaw.id/' in A13['isi'] else 'TIDAK'}")
    cjk = re.findall(r"[\u3000-\u9fff\uac00-\ud7af]", A13["isi"])
    print(f"  karakter CJK: {len(cjk)} {'(BERSIH)' if not cjk else cjk[:10]}")
    sisa = re.findall(r"\{[A-Za-z_\[\]0-9]+\}", A13["isi"])
    print(f"  placeholder: {len(sisa)} {'(BERSIH)' if not sisa else sisa[:5]}")
    print(f"  em dash    : {A13['isi'].count(chr(8212))}")
    print(f"  kutip melengkung: {len(re.findall(chr(8220) + '|' + chr(8221) + '|' + chr(8216) + '|' + chr(8217), A13['isi']))}")
    link = re.findall(r'href="(https?://[^"]+)"', A13["isi"])
    print(f"  tautan unik : {len(set(link))}")
    for l in sorted(set(link)):
        print("     ", l)
    open(f"{OUT}/artikel13.html", "w").write(A13["isi"])
    print(f"  salinan isi: {OUT}/artikel13.html")
