#!/usr/bin/env python3
"""TSLaw: artikel kedelapan — 8 Pengacara Warisan dan Pembagian Harta di Surabaya.
Aturan: min 1.000 kata tanpa padding, entri 1 Tito Suprianto Law Firm + tautan beranda,
lembaga/peran nyata, tombol WA di akhir, FAQ 5 + schema FAQPage, tautan ke artikel lama.
Isi lewat pass humanizer: tanpa em dash, tanpa jargon AI, tanpa rule-of-three paksa.
Salinan isi disimpan ke artikel8.html sebelum dikirim ke WordPress (REST JSON saja)."""
import json, os, re

OUT = "/home/mantapman/.hermes/profiles/atun/workspace/tslaw_listikel"
os.makedirs(OUT, exist_ok=True)
WA = "6281909222026"

CTA = f"""<p style="text-align:center;margin:34px 0 8px">
<a href="https://wa.me/{WA}?text=Halo%20TS%20Law%2C%20saya%20ingin%20konsultasi%20soal%20warisan" target="_blank" rel="noopener"
style="display:inline-block;background-color:#122b63;color:#ffffff;font-weight:600;font-size:17px;
padding:15px 30px;border-radius:8px;text-decoration:none">Konsultasi Warisan via WhatsApp</a>
</p>
<p style="text-align:center;font-size:14px;color:#5b5b6b;margin:0 0 26px">
Tito Suprianto Law Firm, kantor advokat di Surabaya. Pemeriksaan awal soal warisan tidak dipungut biaya.</p>"""

FAQ = [
    ("Berapa biaya jasa pengacara untuk urusan warisan di Surabaya?",
     "Angkanya bergantung pada pekerjaan yang diminta, jadi jangan tertarik pada satu harga borongan tanpa "
     "rincian. Hal pertama yang menentukan adalah jalurnya: kalau keluarga sudah sepakat dan yang dibutuhkan "
     "hanya surat keterangan waris lewat notaris lalu balik nama, pekerjaannya jauh lebih ringan daripada "
     "perkara yang harus diputus pengadilan. Hal kedua adalah jumlah aset dan jumlah ahli waris, karena "
     "semakin banyak nama yang harus dilacak, semakin banyak dokumen yang harus dikumpulkan dan diperiksa. "
     "Mintalah penawaran yang memisahkan honorarium pendamping dari biaya yang dibayarkan ke pihak lain, "
     "seperti biaya notaris dan biaya pendaftaran di kantor pertanahan. Untuk perkara di pengadilan, biaya "
     "perkara disetor sendiri oleh pemohon atau penggugat, dan angkanya berbeda dari honorarium pengacara."),
    ("Berapa lama mengurus warisan sampai selesai?",
     "Kalau semua ahli waris sepakat dan dokumennya lengkap, urusan bisa selesai dalam hitungan minggu sampai "
     "beberapa bulan. Waktu itu habis di pengumpulan akta kematian, akta lahir, buku nikah, dan sertifikat, lalu "
     "di proses balik nama di kantor pertanahan. Kalau harus lewat permohonan penetapan ahli waris ke pengadilan, "
     "tambahannya biasanya hitungan bulan, tergantung jadwal sidang dan kelengkapan berkas. Yang paling panjang "
     "adalah jalur sengketa: gugatan waris bisa berjalan lebih dari setahun, dan kalau ada banding atau kasasi, "
     "waktunya bertambah lagi. Penyebab penundaan yang paling sering saya temui bukan pengadilan, melainkan satu "
     "ahli waris yang tidak bisa dihubungi atau menolak menandatangani apa pun."),
    ("Apakah harta warisan harus dibagi sama rata?",
     "Tidak selalu, dan jawabannya bergantung pada hukum yang berlaku bagi keluarga Anda. Dalam keluarga yang "
     "tunduk pada hukum Islam, bagian ahli waris sudah ditentukan, dan bagian anak laki-laki berbeda dari anak "
     "perempuan. Dalam keluarga yang tunduk pada KUHPerdata, anak laki-laki dan anak perempuan menerima bagian "
     "yang sama. Sebelum sampai ke angka itu, ada satu hal yang harus dipisahkan lebih dulu, yaitu harta bersama "
     "selama perkawinan. Kalau yang meninggal masih berpasangan, separuh harta bersama adalah milik pasangan yang "
     "hidup, dan yang masuk ke meja warisan hanya bagian milik pewaris. Kalau langkah ini dilewati, bagian semua "
     "ahli waris dihitung dari angka yang terlalu besar."),
    ("Apakah tanah warisan bisa dijual sebelum dibagi?",
     "Secara praktik bisa, tetapi hampir selalu bermasalah kalau dikerjakan dengan jalan pintas. Satu ahli waris "
     "tidak bisa menjual sendiri tanah yang masih tercatat atas nama pewaris dan belum dibagi, karena bank, "
     "notaris, dan calon pembeli akan meminta surat keterangan waris atau penetapan ahli waris lebih dulu. "
     "Penjualan yang dilakukan tanpa persetujuan seluruh ahli waris berisiko dibatalkan, dan uangnya sudah "
     "terlanjur dipakai. Jalur yang rapi adalah mengurus dokumen kewarisan dan balik nama lebih dulu, baru "
     "menjual dengan persetujuan semua pihak. Kalau tujuan menjual adalah untuk membagi hasilnya, kesepakatan "
     "soal porsi masing-masing sebaiknya dibuat tertulis sebelum transaksi berjalan."),
    ("Bisakah surat keterangan waris dibuat tanpa ke pengadilan?",
     "Untuk sebagian keluarga, bisa. Surat keterangan waris lazimnya dibuat oleh notaris, dan untuk keperluan "
     "administrasi seperti balik nama di kantor pertanahan atau pencairan di bank, surat itu sering sudah cukup. "
     "Tetapi tidak semua golongan bisa menempuh jalur ini. Ada kelompok keluarga yang harus meminta penetapan "
     "dari pengadilan lebih dulu, dan pengadilan yang berwenang berbeda sesuai hukum yang berlaku bagi pewaris: "
     "Pengadilan Agama untuk keluarga yang tunduk pada hukum Islam, Pengadilan Negeri untuk yang tunduk pada "
     "KUHPerdata. Karena itu, sebelum memesan surat, pastikan dulu golongan keluarga Anda masuk yang mana, "
     "supaya dokumen yang dibuat tidak ditolak di bank atau di kantor pertanahan."),
]

ENTRI = [
    ("Tito Suprianto Law Firm",
     "Kantor advokat di Surabaya yang menangani perkara warisan dari sisi yang paling tidak menyenangkan: "
     "menghitung dulu, baru menuntut. Pekerjaan awalnya biasanya memisahkan harta bersama dari harta warisan, "
     "menyusun daftar ahli waris lengkap dengan urutan golongannya, lalu menaksir porsi masing-masing sebelum "
     "satu rupiah pun dibicarakan di meja keluarga. Dari situ langkahnya bisa ke arah damai, misalnya mendampingi "
     "kesepakatan pembagian dan menyiapkannya dalam dokumen, atau ke arah memaksa lewat somasi dan gugatan kalau "
     "ada ahli waris yang menahan aset. Timnya juga biasa mendampingi permohonan penetapan ahli waris dan "
     "mengawal balik nama di kantor pertanahan, dua tahap yang sering macet bukan karena hukumnya rumit, "
     "melainkan karena berkas tidak lengkap. Profil dan layanannya ada di <a href=\"https://www.tslaw.id/\">beranda TS Law</a>."),
    ("Pengadilan Agama Surabaya",
     "Ini pengadilan yang berwenang untuk keluarga yang tunduk pada hukum Islam, dan salah satu layanannya yang "
     "paling sering dipakai adalah permohonan penetapan ahli waris. Penetapan itu diperlukan bukan karena ada "
     "yang berselisih, tetapi karena bank, kantor pertanahan, dan perusahaan meminta dokumen resmi yang "
     "menyebutkan siapa saja ahli waris dan berapa bagian masing-masing. Selain perkara permohonan, Pengadilan "
     "Agama juga mengadili gugatan waris, dan dalam perkara seperti itu pengadilan wajib menempuh mediasi lebih "
     "dulu. Untuk pengajuan, bekalnya sama seperti perkara lain: identitas pemohon, akta kematian, bukti "
     "hubungan keluarga, dan daftar harta yang diminta ditetapkan. Berkas yang rapi lebih menentukan kecepatan "
     "daripada bangunan argumen yang panjang."),
    ("Pengadilan Negeri Surabaya",
     "Kalau pewaris tidak tunduk pada hukum Islam, jalur permohonan penetapan ahli waris dan sengketa waris ada "
     "di Pengadilan Negeri. Dasarnya KUHPerdata. Dalam perkara gugatan, hakim biasanya memeriksa lebih dulu "
     "apakah harta yang diperkarakan benar-benar harta warisan atau masih bercampur dengan harta bersama, karena "
     "pemeriksaan itu menentukan luas sengketa. Selain memperhatikan bagian menurut undang-undang, pengadilan "
     "juga mengenal bagian mutlak yang tidak boleh dilanggar oleh pemberian semasa hidup atau wasiat, sehingga "
     "klaim bisa datang dari dua arah: ahli waris yang merasa bagiannya kurang, dan ahli waris yang merasa "
     "dikeluarkan dari daftar. Untuk perkara seperti ini, bukti dokumen lebih berbobot daripada keterangan "
     "lisan yang saling bertentangan."),
    ("Notaris dan PPAT",
     "Untuk sebagian besar keluarga, notaris adalah pintu pertama yang paling praktis. Di sini dibuat surat "
     "keterangan waris, akta pembagian hak, maupun akta pernyataan sepakat soal bagian masing-masing. Kalau "
     "harta warisannya berupa tanah atau bangunan, peran PPAT masuk untuk menyiapkan akta yang menjadi dasar "
     "balik nama di kantor pertanahan. Yang perlu diingat, notaris bekerja berdasarkan dokumen, jadi hasilnya "
     "bergantung pada kelengkapan berkas yang Anda bawa: akta kematian, akta perkawinan orang tua, akta lahir "
     "para ahli waris, dan bukti kepemilikan aset. Karena itu, sebelum datang, rapikan dulu riwayat perkawinan "
     "dan kelahiran keluarga, terutama kalau ada pernikahan lebih dari satu atau anak dari perkawinan "
     "sebelumnya. Data seperti itu yang paling sering tertinggal dan membuat proses harus diulang."),
    ("Kantor Pertanahan Kota Surabaya (ATR/BPN)",
     "Di kantor inilah nama di sertifikat berubah dari pewaris ke para ahli waris. Peralihan hak karena waris "
     "wajib didaftarkan, dan permohonannya tidak bisa diajukan oleh orang yang tidak berhak. Dalam praktik, "
     "berkas yang diminta biasanya mencakup sertifikat asli, akta kematian, surat keterangan waris atau "
     "penetapan ahli waris, identitas para ahli waris, dan bukti pembayaran yang diminta kantor setempat. Ada "
     "juga situasi yang membuat prosesnya lebih dulu harus diurus, misalnya batas tanah tidak pernah diukur, "
     "luas di sertifikat berbeda dari kenyataan, atau tanah berada di kawasan yang tata ruangnya sudah berubah. "
     "Karena angka dan syarat administrasi bisa berbeda antar kantor, jangan berpatokan pada daftar yang Anda "
     "baca dari pengalaman orang lain. Datang atau hubungi loket informasi dengan daftar pertanyaan yang jelas, "
     "dan minta daftar syarat terbaru secara tertulis."),
    ("Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya",
     "Satu dokumen di dinas ini menentukan seluruh urusan berikutnya, yaitu akta kematian. Tanpa akta kematian, "
     "tidak ada satu pun lembaga yang mau memproses warisan, karena tidak ada bukti resmi bahwa pewaris sudah "
     "meninggal. Keluarga juga biasanya perlu memperbarui Kartu Keluarga dan menyesuaikan data kependudukan "
     "setelah kematian. Untuk mempercepat, siapkan dulu surat kematian dari rumah sakit, kelurahan, atau "
     "keterangan dari dokter, lengkap dengan Kartu Keluarga dan KTP pewaris. Kalau proses ini ditunda karena "
     "dianggap sepele, semua pencarian dokumen waris di belakangnya ikut tertunda, padahal biaya mengurusnya "
     "relatif kecil."),
    ("Posbakum Pengadilan Agama dan LBH Surabaya",
     "Untuk keluarga yang secara ekonomi tidak mampu, ada dua jalur bantuan hukum yang bisa dipakai. Yang "
     "pertama adalah Pos Bantuan Hukum di pengadilan, yang memberikan pendampingan pembuatan surat permohonan "
     "dan layanan lain tanpa biaya jasa bagi pengguna yang memenuhi syarat. Yang kedua adalah lembaga bantuan "
     "hukum, yang bisa mendampingi perkara waris secara cuma-cuma untuk masyarakat tidak mampu, biasanya dengan "
     "syarat surat keterangan tidak mampu dan bukti hubungan keluarga. Saya pernah melihat satu keluarga besar "
     "tertahan bertahun-tahun bukan karena tidak punya dasar hukum, tetapi karena tidak ada uang untuk membuat "
     "surat permohonan, dan jalur ini yang akhirnya membuka jalan. Datanglah dengan kronologi tertulis dan "
     "salinan dokumen yang ada, karena pendamping juga bekerja dari berkas, bukan dari cerita lisan."),
    ("Mediator bersertifikat dan mediasi di pengadilan",
     "Sebelum hakim memutus perkara perdata, pengadilan lebih dulu memerintahkan mediasi, dan inilah bagian yang "
     "paling sering menghasilkan perdamaian di perkara waris. Alasannya sederhana: perkara waris bersidang di "
     "ruang yang sama dengan orang-orang yang masih punya hubungan keluarga di luar perkara. Mediator "
     "bersertifikat membantu keluarga menyusun pembagian yang bisa diterima semua pihak, termasuk hal yang tidak "
     "bisa diperintahkan putusan, misalnya siapa yang tetap tinggal di rumah warisan atau bagaimana biaya "
     "perawatan makam dibagi. Kalau tercapai, kesepakatan itu dituangkan dalam kesepakatan perdamaian dan "
     "kekuatannya sama seperti putusan. Untuk keluarga yang masih berkomunikasi, jalur ini biasanya lebih murah "
     "dan lebih cepat, jadi layak dicoba sebelum semua komunikasi ditutup."),
]

ISI = f"""<p>Di Surabaya, urusan warisan jarang dimulai dari pembicaraan yang tenang. Biasanya dimulai dari sesuatu
yang harus segera diurus: sertifikat tanah masih atas nama orang tua yang sudah meninggal, rekening bank tidak
bisa dibuka, atau ada saudara yang menahan dokumen. Dari situ muncul pertanyaan yang sama, yaitu mencari
pengacara warisan Surabaya yang bisa menjelaskan bagian masing-masing tanpa membuat keluarga semakin jauh. Saya
sering menerima telepon seperti itu, dan pertanyaan pertamanya hampir selalu soal ongkos.</p>
<p>Halaman ini memuat delapan pihak yang bisa membantu mengurus warisan dan pembagian harta di Surabaya, dari
pengadilan, notaris, kantor pertanahan, sampai lembaga bantuan hukum. Di dalamnya juga ada urutan langkah yang
biasanya saya pakai saat mendampingi klien, satu hal yang harus dipisahkan sebelum harta dibagi, serta
perkiraan waktu dan biaya yang jujur. Kalau Anda ingin segera tahu langkah paling awalnya, langsung saja ke
bagian urutan langkah.</p>

<h2>Kenapa urusan warisan sering berhenti bertahun-tahun</h2>
<p>Yang paling sering menahan urusan warisan bukan perbedaan pendapat soal angka, melainkan tidak tahu harus
mulai dari mana. Ayah atau ibu meninggal, rumah dan sawah tetap dipakai bersama seperti biasa, dan tidak ada
yang merasa perlu mengurus dokumen sampai suatu hari ada yang ingin menjual atau menjadikan aset itu jaminan
bank. Di titik itu masalahnya muncul: nama di sertifikat masih milik pewaris, bank menolak, dan calon pembeli
meminta surat yang belum pernah dibuat.</p>
<p>Selain itu, ada beberapa hal kecil yang menumpuk jadi penghambat besar:</p>
<ul>
<li>Harta bersama selama perkawinan belum dipisahkan, jadi angka yang harus dibagi sejak awal sudah salah
hitung.</li>
<li>Surat keterangan waris atau penetapan ahli waris belum ada, sehingga tidak ada satu dokumen resmi yang
menyebut siapa saja yang berhak dan berapa bagiannya.</li>
<li>Salah satu ahli waris tidak diketahui keberadaannya, atau sudah memutuskan tidak mau menandatangani apa
pun.</li>
<li>Bukti kepemilikan tidak lengkap: sertifikat asli dipegang satu pihak, akta lahir hilang, buku nikah orang
tua tidak ketemu.</li>
<li>Ada kesepakatan lisan yang dulu dianggap sudah selesai, tetapi tidak pernah dituangkan ke dokumen, sehingga
tiap orang mengingatnya berbeda.</li>
</ul>

<h2>Hukum mana yang dipakai menentukan bagian</h2>
<p>Pertanyaan ini muncul paling dulu, dan jawabannya bergantung pada siapa pewarisnya. Untuk keluarga yang
tunduk pada hukum Islam, pembagian mengikuti Kompilasi Hukum Islam, dan perkara kewarisannya, baik permohonan
penetapan maupun gugatan, diajukan ke Pengadilan Agama. Di Surabaya, kewenangan itu ada pada Pengadilan Agama
Surabaya.</p>
<p>Kalau pewaris tidak tunduk pada hukum Islam, dasar yang dipakai adalah KUHPerdata. Di sana anak laki-laki
dan anak perempuan menerima bagian yang sama, dan penetapan ahli waris untuk keperluan administrasi diminta
lewat pengadilan negeri. Perbedaan dasar hukum ini bukan urusan teori, karena menentukan pengadilan mana yang
berwenang, cara menghitung bagian, dan dokumen apa yang harus dibawa. Saya sering menemukan keluarga yang
sudah menyiapkan surat keterangan waris dari notaris, lalu baru tahu di bank bahwa mereka harus menempuh jalur
pengadilan lebih dulu. Urusan ini lebih murah dipastikan di awal daripada diperbaiki setelah surat terlanjur
dibuat.</p>

<h2>Delapan pilihan pendamping di Surabaya</h2>
<h3>1. {ENTRI[0][0]}</h3><p>{ENTRI[0][1]}</p>
<h3>2. {ENTRI[1][0]}</h3><p>{ENTRI[1][1]}</p>
<h3>3. {ENTRI[2][0]}</h3><p>{ENTRI[2][1]}</p>
<h3>4. {ENTRI[3][0]}</h3><p>{ENTRI[3][1]}</p>
<h3>5. {ENTRI[4][0]}</h3><p>{ENTRI[4][1]}</p>
<h3>6. {ENTRI[5][0]}</h3><p>{ENTRI[5][1]}</p>
<h3>7. {ENTRI[6][0]}</h3><p>{ENTRI[6][1]}</p>
<h3>8. {ENTRI[7][0]}</h3><p>{ENTRI[7][1]}</p>

<h2>Urutan langkah yang saya sarankan</h2>
<p>Urutan ini hasil dari beberapa kali membetulkan pekerjaan yang dikerjakan mundur, jadi tolong jangan
dilompati:</p>
<ol>
<li>Urus akta kematian lebih dulu, karena semua proses di belakangnya menunggu dokumen ini.</li>
<li>Kumpulkan dokumen keluarga dalam satu map: akta perkawinan orang tua, akta lahir semua anak, Kartu Keluarga,
dan identitas setiap ahli waris. Dokumen yang berasal dari zaman berbeda sering salah tulis nama atau tanggal,
dan itu lebih mudah dibetulkan sebelum masuk ke berkas resmi.</li>
<li>Buat daftar aset lengkap dengan nomor bukti kepemilikannya: tanah, bangunan, rekening, kendaraan, saham,
dan piutang. Aset yang tidak tercatat biasanya hilang begitu saja, bukan karena ada yang menggelapkan, tetapi
karena tidak ada yang pernah menyebutnya di meja pembagian.</li>
<li>Pisahkan harta bersama dari harta warisan. Langkah ini menentukan nilai yang benar-benar dibagi.</li>
<li>Tentukan hukum yang berlaku dan golongan ahli warisnya, lalu hitung bagian masing-masing. Klien saya
biasanya minta ini ditulis di atas kertas sebelum dibicarakan dengan saudara, supaya pembicaraannya berdasar
angka, bukan berdasar kesan.</li>
<li>Kalau keluarga sepakat, tuangkan kesepakatan ke dokumen kewarisan lewat notaris. Kalau tidak sepakat,
tempuh mediasi lebih dulu sebelum memilih gugatan.</li>
<li>Baru terakhir balik nama aset: sertifikat ke kantor pertanahan, rekening ke bank, kendaraan ke sistem
administrasi yang berwenang. Setelah balik nama selesai, pembagian harta bisa dieksekusi tanpa dokumen
menggantung.</li>
</ol>

<h2>Harta bersama harus dipisah sebelum dibagi</h2>
<p>Bagian ini yang paling sering keliru, dan kesalahannya mahal. Kalau yang meninggal masih dalam ikatan
perkawinan, tidak semua hartanya masuk ke meja warisan. Harta yang diperoleh selama masa perkawinan adalah
harta bersama, dan separuhnya menjadi milik pasangan yang masih hidup. Yang dibagi kepada ahli waris hanya
bagian milik pewaris, kecuali ada perjanjian kawin yang menentukan lain. Tanpa pemisahan ini, bagian semua
anak dihitung dari angka yang terlalu besar, dan hasilnya bisa dipersoalkan lagi bertahun-tahun kemudian oleh
pihak yang merasa dirugikan.</p>
<p>Dua hal lain yang juga sering muncul dan layak ditanyakan di awal. Wasiat tidak bisa dijadikan jalan untuk
menghabiskan seluruh harta, karena dalam keluarga yang tunduk pada hukum Islam wasiat kepada pihak selain ahli
waris dibatasi sepertiga, dan kalau melebihi batas itu perlu persetujuan ahli waris. Anak angkat juga punya
kedudukannya sendiri: dalam keluarga Muslim ia tidak menjadi ahli waris, tetapi bisa menerima wasiat wajibah
yang besarnya juga dibatasi dan biasanya perlu ditetapkan pengadilan, sedangkan dalam keluarga yang tunduk pada
KUHPerdata kedudukannya mengikuti ketentuan pengangkatan anak. Kalau salah satu situasi ini ada di keluarga
Anda, lebih aman membahasnya dengan notaris atau pengacara sebelum angka pembagian dibicarakan dengan saudara,
karena kesepakatan yang dibuat setelah salah paham biasanya lebih sulit diperbaiki.</p>

<h2>Perkiraan biaya dan waktu</h2>
<p>Saya tidak akan memberi satu angka pasti, karena angka pasti hanya bisa keluar setelah melihat jumlah aset
dan kondisi keluarga. Yang bisa saya jelaskan adalah komponennya. Ada biaya pembuatan dokumen di notaris, ada
biaya pendaftaran di kantor pertanahan, dan, kalau memakai jasa pengacara, ada honorarium pendamping yang
besarnya bergantung pada luas pekerjaan. Balik nama karena waris biasanya lebih ringan dibanding balik nama
karena jual beli, karena dasar peralihannya bukan transaksi jual beli, tetapi tetap ada biaya administrasi dan
jasa yang harus dibayar. Untuk perkara di pengadilan, biaya perkara disetor langsung oleh pihak yang
mengajukan, dan itu terpisah dari honorarium pengacara. Kalau Anda memakai jasa pengacara warisan Surabaya
atau konsultan hukum, mintalah rincian tertulis seperti itu sejak awal, supaya tidak ada tagihan yang muncul
di tengah proses ketika keluarga sudah terlanjur berjalan.</p>
<p>Soal waktu, keluarga yang sudah sepakat dan dokumennya lengkap biasanya selesai dalam hitungan minggu sampai
beberapa bulan. Kalau harus lewat penetapan pengadilan, tambahannya hitungan bulan. Kalau sudah masuk gugatan,
satu sampai dua tahun bukan angka yang aneh, apalagi kalau naik banding. Karena itu, kalau ada pilihan antara
menyelesaikan perbedaan di meja mediasi atau membawanya ke hakim, saya hampir selalu mendorong klien mencoba
meja mediasi lebih dulu. Bukan karena pengadilan tidak berguna, tetapi karena biaya waktu di jalur itu dibayar
oleh seluruh keluarga, termasuk yang tidak berselisih.</p>

<h2>Kalau keluarga sudah tidak sepakat</h2>
<p>Langkah pertamanya bukan gugatan, tetapi perhitungan dan pembicaraan ulang dengan angka yang sudah benar.
Di tahap ini, pengacara warisan Surabaya yang mau menghitung dulu sebelum berperkara biasanya lebih menghemat
biaya daripada yang langsung menawarkan gugatan. Pengalaman saya, banyak pertengkaran waris sebenarnya berakar
pada satu kesalahan hitung atau satu dokumen yang disimpan tanpa diberitahukan. Kalau pembicaraan langsung sudah buntu, gunakan mediator. Untuk perkara yang
masuk pengadilan, mediasi adalah tahap wajib, jadi tidak ada ruginya memulai lebih awal dan dengan mediator
yang disepakati kedua pihak.</p>
<p>Kalau mediasi gagal, jalur berikutnya somasi tertulis, lalu gugatan ke pengadilan yang berwenang. Sebelum
sampai ke sana, ada dua hal yang sebaiknya dihitung lebih dulu: nilai aset yang benar-benar diperebutkan dan
hubungan keluarga yang akan dibayar mahal setelah perkara selesai. Saya pernah mendampingi keluarga yang
menang di pengadilan tetapi kehilangan komunikasi dengan saudaranya sejak sidang pertama, dan itu bukan hasil
yang biasanya orang bayangkan saat pertama datang. Untuk urusan seperti ini, keputusan yang paling sering
bertahan lama adalah keputusan yang bisa diterima semua pihak, bukan yang paling menang.</p>

<h2>Baca juga</h2>
<p>Dasar-dasar pembagian menurut hukum Islam dan KUHPerdata ada di
<a href="https://www.tslaw.id/panduan-lengkap-pembagian-waris-menurut-hukum-islam-dan-perdata-di-indonesia/">panduan
lengkap pembagian waris</a>, sedangkan langkah praktisnya ada di
<a href="https://www.tslaw.id/6-langkah-mengurus-warisan-tanpa-sengketa-keluarga/">enam langkah mengurus warisan
tanpa sengketa keluarga</a>. Perbedaan warisan dan hibah, termasuk syarat dan cara mengurusnya, dibahas di
<a href="https://www.tslaw.id/warisan-dan-hibah-perbedaan-syarat-cara-mengurus/">warisan dan hibah</a>. Kalau
yang Anda butuhkan lebih dulu adalah wasiat, mulailah dari
<a href="https://www.tslaw.id/panduan-membuat-surat-wasiat/">cara membuat surat wasiat</a> dan
<a href="https://www.tslaw.id/pengacara-surat-wasiat/">pengacara surat wasiat di Surabaya</a>. Soal aset yang
paling sering jadi sengketa, lihat
<a href="https://www.tslaw.id/cara-mengurus-sertifikat-tanah/">cara mengurus sertifikat tanah</a> dan
<a href="https://www.tslaw.id/7-langkah-aman-jual-beli-tanah-secara-hukum-agar-tidak-sengketa-di-kemudian-hari/">langkah
aman jual beli tanah</a>. Kalau warisan berjalan bersama perceraian orang tua, bacalah
<a href="https://www.tslaw.id/panduan-cerai-gugat/">panduan cerai gugat</a>. Untuk keluarga yang butuh bantuan
hukum tanpa biaya, jalurnya ada di
<a href="https://www.tslaw.id/6-cara-mendapatkan-bantuan-hukum-gratis-di-surabaya-untuk-masyarakat/">cara
mendapatkan bantuan hukum gratis di Surabaya</a>. Gambaran umum kantor kami ada di
<a href="https://www.tslaw.id/law-firm-surabaya/">halaman law firm Surabaya</a> dan
<a href="https://www.tslaw.id/layanan/">layanan kami</a>, atau kirim pertanyaan langsung lewat
<a href="https://www.tslaw.id/hubungi/">halaman kontak</a>.</p>

<h2>Pertanyaan yang sering muncul</h2>
""" + "\n".join(f"<h3>{q}</h3><p>{a}</p>" for q, a in FAQ) + f"""

{CTA}
<script type="application/ld+json">{json.dumps({"@context": "https://schema.org", "@type": "FAQPage",
    "mainEntity": [{"@type": "Question", "name": q, "acceptedAnswer": {"@type": "Answer", "text": a}} for q, a in FAQ]},
    ensure_ascii=False)}</script>"""

A8 = {"judul": "8 Pengacara Warisan dan Pembagian Harta di Surabaya",
      "slug": "pengacara-warisan-surabaya",
      "fokus": "pengacara warisan surabaya",
      "seo": "8 Pengacara Warisan Surabaya dan Pembagian Harta",
      "meta": ("Pengacara warisan Surabaya: delapan pilihan pendamping untuk penetapan ahli waris, pembagian "
               "harta, dan balik nama sertifikat waris."),
      "tag_nama": ["warisan", "hukum waris", "ahli waris", "pembagian waris"],
      "pexels": "261621",
      "isi": ISI}

if __name__ == "__main__":
    teks = re.sub(r"<(script|style)[^>]*>.*?</\1>", " ", A8["isi"], flags=re.S | re.I)
    kata = len([w for w in re.split(r"\s+", re.sub(r"<[^>]+>", " ", teks)) if w])
    print(f"{A8['slug']}")
    print(f"  kata       : {kata}")
    print(f"  meta       : {len(A8['meta'])} char (batas 158)")
    print(f"  judul SEO  : {len(A8['seo'])} char (batas 60)")
    print(f"  H1         : {len(A8['judul'])} char")
    print(f"  h2/h3      : {A8['isi'].count('<h2>')}/{A8['isi'].count('<h3>')}")
    print(f"  keyphrase di isi : {A8['isi'].lower().count(A8['fokus'])} kali")
    print(f"  wa.me      : {'ada' if 'wa.me/' + WA in A8['isi'] else 'TIDAK'}")
    print(f"  FAQPage    : {'ada' if 'FAQPage' in A8['isi'] else 'TIDAK'}")
    print(f"  beranda    : {'ada' if 'https://www.tslaw.id/' in A8['isi'] else 'TIDAK'}")
    cjk = re.findall(r"[\u3000-\u9fff\uac00-\ud7af]", A8["isi"])
    print(f"  karakter CJK: {len(cjk)} {'(BERSIH)' if not cjk else cjk[:10]}")
    sisa = re.findall(r"\{[A-Za-z_\[\]0-9]+\}", A8["isi"])
    print(f"  placeholder: {len(sisa)} {'(BERSIH)' if not sisa else sisa[:5]}")
    print(f"  em dash    : {A8['isi'].count(chr(8212))}")
    link = re.findall(r'href="(https?://[^"]+)"', A8["isi"])
    print(f"  tautan unik : {len(set(link))}")
    for l in sorted(set(link)):
        print("     ", l)
    open(f"{OUT}/artikel8.html", "w").write(A8["isi"])
    print(f"  salinan isi: {OUT}/artikel8.html")
