Mendirikan PT (Perseroan Terbatas) kini semakin mudah berkat kebijakan Omnibus Law dan OSS RBA. Tapi masih banyak pelaku usaha yang bingung dengan prosedur dan dokumen yang dibutuhkan. Tenang, Tito Supriyanto Law Firm siap membantu Anda melewati setiap tahapan dengan lancar.

Apa Itu PT dan Kenapa Harus PT?

PT adalah badan hukum yang memberikan perlindungan tanggung jawab terbatas kepada pemiliknya. Artinya, aset pribadi Anda aman jika perusahaan mengalami masalah. Selain itu, PT juga lebih dipercaya mitra bisnis dan lembaga keuangan.

Langkah-Langkah Mendirikan PT

1. Siapkan Dokumen Pendiri

Dokumen utama berupa KTP dan NPWP para pendiri serta pengurus (direksi dan komisaris). Minimal dua orang pendiri diperlukan untuk mendirikan PT.

2. Buat Akta Pendirian di Notaris

Akta pendirian berisi anggaran dasar, maksud dan tujuan, susunan pengurus, serta modal dasar dan setor. Notaris akan membantu merumuskan seluruh klausul sesuai kebutuhan bisnis Anda.

3. Ajukan Pengesahan ke Kemenkumham

Setelah akta ditandatangani, notaris akan mengajukan pengesahan badan hukum melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH). Proses ini biasanya memakan waktu 1-3 hari kerja.

4. Urus NIB dan Izin Usaha

Setelah mendapat pengesahan Kemenkumham, langkah selanjutnya adalah mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS RBA. NIB sekaligus berfungsi sebagai izin usaha dan izin lokasi untuk kegiatan bisnis berisiko rendah.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Kesimpulan

Mendirikan PT tidak perlu rumit jika didampingi pengacara profesional. Tito Supriyanto Law Firm siap mendampingi Anda dari awal hingga PT resmi berdiri dan beroperasi.

💬 Konsultasi Gratis via WhatsApp

Baca juga

Kalau topiknya berhubungan dengan kebutuhan Anda, artikel berikut membahasnya lebih dalam: 7 Aspek Hukum Bisnis yang Wajib Dipahami Pelaku Usaha, 5 Dokumen Hukum yang Wajib Dimiliki Setiap Pelaku Usaha di I.

Menentukan Bentuk Badan Usaha

Sebelum mengurus pendirian PT, tentukan dulu apakah bentuknya memang sesuai kebutuhan. PT cocok untuk usaha yang ingin tumbuh, mencari investor, atau mengikuti tender. Untuk usaha kecil dengan risiko rendah, bentuk lain seperti CV atau perseroan perorangan bisa lebih sesuai.

Pemilihan bentuk badan usaha memengaruhi tanggung jawab pemilik, cara pajak, dan kemudahan mengakses pembiayaan. Keputusan ini sebaiknya diambil setelah memahami konsekuensinya, bukan karena mengikuti kebiasaan.

Tahapan Pendirian PT

Prosesnya berjalan berurutan: pemesanan dan pengesahan nama, penyusunan akta pendirian oleh notaris, pengesahan badan hukum dari kementerian, pengurusan NPWP badan, lalu pendaftaran izin usaha lewat sistem perizinan terpadu.

Dokumen yang perlu disiapkan umumnya mencakup identitas para pendiri, struktur permodalan, dan susunan pengurus. Dokumen yang tidak konsisten adalah penyebab paling umum pengajuan tertunda.

Modal dan Struktur Saham

Modal dasar dan modal disetor perlu ditentukan sejak awal. Penentuan ini memengaruhi besaran pajak dan kelayakan mengikuti tender berskala tertentu. Komposisi saham juga perlu dipikirkan matang karena perubahan di kemudian hari menuntut prosedur yang tidak sederhana.

Jika ada kesepakatan khusus antar pendiri, misalnya soal hak veto atau prioritas dividen, sebaiknya dituangkan dalam perjanjian pemegang saham agar tidak menimbulkan sengketa.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama proses pendirian PT?

Umumnya 2-4 minggu bila dokumen lengkap dan tidak ada revisi dari instansi terkait.

Apakah PT untuk UMKM bisa dibuat dengan modal kecil?

Bisa. Ada kategori PT Perorangan dan PT dengan modal disesuaikan untuk usaha kecil.

Bisakah PT didirikan oleh satu orang?

Bisa. Perseroan Perorangan dirancang untuk pendiri tunggal dengan persyaratan yang lebih ringkas.

Apa yang perlu disiapkan?

Identitas pendiri, struktur permodalan, susunan pengurus, dan alamat usaha yang valid.

Bisakah mengurus tanpa notaris?

Akta pendirian tetap perlu notaris. Beberapa tahap lanjutan bisa dilakukan sendiri melalui sistem online.