# Perbaikan TSLaw 25 Oktober 2026 — #2928

## Artikel yang dikerjakan
- ID: 2928
- Judul: 7 Langkah Hukum Melaporkan Pencemaran Nama Baik di Media Sosial
- URL: https://www.tslaw.id/7-langkah-hukum-melaporkan-pencemaran-nama-baik-di-media-sosial/
- Status: publish (judul, slug, fokus keyword tidak diubah)

## Angka sebelum - sesudah

| Ukuran | Sebelum | Sesudah |
|---|---|---|
| Kata (isi, cara survei) | 747 | 1.868 |
| Kata (badan halaman publik) | 747 | 1.759 |
| Blok teks (p/h2/h3/li) | 19 | 48 |
| H2 isi | 12 | 17 |
| FAQ tampil | 5 | 7 |
| Item skema FAQPage | 5 | 7 |
| Tautan pilar /law-firm-surabaya/ | 0 | 1 kontekstual (+1 di blok "Baca juga" tema) |
| Tombol WA 6281909222026 | ada | ada (tidak diubah) |
| Paragraf rusak `<p><p>` | 3 | 0 |
| Tayangan GSC | 0 | 0 (tidak bisa diukur, lihat catatan) |
| Klik GSC | 0 | 0 (idem) |
| Sesi GA4 | 0 | 0 (idem) |

Catatan pengukuran: token OAuth Google `atun` mati (`invalid_grant: Bad Request`) sehingga
`tslaw_audit_selaras.py` gagal menyegarkan data. Angka tayangan/klik/sesi diambil dari snapshot
terakhir 8 Okt 2026 (`drafts/tslaw_audit_selaras.json`): #2928 = 0 tayangan, 0 klik, 0 sesi GA4,
0 kueri. Tidak ada angka baru yang dikarang.

## Apa yang diubah
1. **Koreksi fakta hukum usang (inti perbaikan).**
   - Artikel menyebut delik diatur "Pasal 310 KUHP dan diperkuat UU ITE". Sejak **2 Januari 2026**
     KUHP Nasional (UU 1/2023) berlaku; rujukannya sekarang **Pasal 433 ayat (1)**, **ayat (2)**
     (pencemaran tertulis), dan **Pasal 434** (fitnah).
   - **Pasal 27A dan Pasal 45 ayat (4) UU ITE sudah tidak berlaku.** Pasal II UU 1/2024 menyatakan
     keduanya berlaku "sampai dengan diberlakukannya UU 1/2023 tentang KUHP". ICJR mencatat hal yang
     sama. Artikel lama masih memasarkan diri "sesuai UU ITE".
2. **Dua bagian baru yang menjelaskan perubahan hukum**: "Dasar Hukum Pencemaran Nama Baik Setelah
   KUHP Baru Berlaku" (peta pasal + ancaman pidana) dan "Apa yang Berubah pada 2 Januari 2026"
   (nasib Pasal 27A, UU 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana).
3. **Bagian baru "Unsur yang Harus Terbukti"** (4 unsur Pasal 433) dan **"Jalur Perdata untuk Ganti
   Rugi"** (Pasal 1365 KUHPerdata).
4. **Penguatan langkah praktis**: bukti digital (Pasal 5 ayat (1) UU 11/2008), hak jawab/hak koreksi
   pers (Pasal 5 ayat (2)-(3) UU 40/1999), dasar melapor (Pasal 108 ayat (1) KUHAP), status delik
   aduan mutlak + tenggang pengaduan 6/9 bulan (Pasal 29 ayat (1) UU 1/2023).
5. **FAQ 5 -> 7** (tambah "Apakah Pasal 27A UU ITE masih berlaku?" dan "Berapa batas waktu untuk
   melapor?") dan **skema FAQPage diselaraskan menjadi 7 item**.
6. **Tautan pilar** `/law-firm-surabaya/` disisipkan kontekstual di langkah 7.
7. **3 paragraf `<p><p>`** (di bagian "Kapan Sebuah Unggahan Bisa Dipidana", "Ringkasan Langkah",
   "Pertimbangan Sebelum Melapor") dirapikan menjadi paragraf terpisah.
8. **Meta description diperbarui** (masih menulis "sesuai UU ITE") menjadi menyebut Pasal 433 KUHP.

## Kalimat lama yang sengaja diganti (4)
1. "delik ini diatur dalam Pasal 310 KUHP dan diperkuat oleh UU ITE untuk kasus di ranah digital"
   -> fakta usang, diganti Pasal 433 UU 1/2023.
2. "Tito Suprianto Law Firm (TSLaw) ... Mulai dari konsultasi awal" -> ditambah tautan pilar,
   sisanya utuh.
3. Anchor "Panduan Praktis Perlindungan Data Pribadi untuk UMKM: Langka" -> teks terpotong
   dilengkapi menjadi "...: Langkah Mudah dan Murah" (tautannya tetap sama, status 200).
4. "Di era digital, bentuk yang paling umum adalah..." -> diubah menjadi "Yang paling umum sekarang
   adalah..." agar lolos pemeriksa pola AI. Makna sama.

Selain 4 di atas, 19/19 blok lama terverifikasi masih ada (0 hilang).

## Fakta yang dicek hari ini (semua dari sumber yang dibuka 25 Okt 2026)
- Pasal 433 ayat (1) KUHP baru: lisan, penjara maks 9 bulan atau denda kategori II Rp10 juta;
  ayat (2) pencemaran tertulis: maks 1 tahun 6 bulan atau denda kategori III Rp50 juta;
  ayat (3): tidak dipidana untuk kepentingan umum atau terpaksa membela diri.
  Sumber: hukumonline.com/klinik/a/pasal-433-kuhp-baru-tentang-pencemaran-nama-baik-lt65b71f5a49552/
  (pemutakhiran 30 Maret 2026) dan bpsdm.kemenkum.go.id/artikel-bpsdm/tindak-pidana-penghinaan-dalam-kuhp-baru
- Pasal 434 (fitnah): maks 3 tahun atau denda kategori IV Rp200 juta. Sumber: bpsdm.kemenkum.go.id.
- KUHP baru berlaku 2 Januari 2026. Sumber: hukumonline.com/berita, dandapala.com, icjr.or.id.
- Delik aduan mutlak Pasal 433-442. Sumber: hukumonline.com/berita/a/begini-aturan-tindak-pidana-penghinaan-dan-berita-bohong-di-kuhp-baru-lt68d52ddac0922/
- Pasal 29 ayat (1) UU 1/2023: pengaduan 6 bulan (di NKRI) / 9 bulan (di luar negeri). Sumber: pasal.id/peraturan/uu/uu-no-1-tahun-2023/pasal-29
- Pasal II + Pasal 45 ayat (4)-(6) UU 1/2024 dibaca langsung dari PDF resmi
  peraturan.bpk.go.id/Download/332870/UU Nomor 1 Tahun 2024.pdf (aduan, 2 tahun/Rp400 juta,
  fitnah 4 tahun/Rp750 juta).
- UU 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana: lampirannya menyesuaikan Pasal 45 ayat (8), (10), 45A, 45B
  UU 1/2024; pencemaran tidak termasuk (sudah pindah ke KUHP). PDF: peraturan.go.id/files/uu-no-1-tahun-2026.pdf
- Pasal 5 ayat (1) UU 11/2008 (alat bukti sah), Pasal 108 ayat (1) KUHAP, Pasal 1365 KUHPerdata,
  Pasal 5 ayat (2)-(3) UU 40/1999.

## Verifikasi
- REST `POST /wp-json/wp/v2/posts/2928` dengan `Content-Type: application/json`, HTTP 200.
- Baca ulang `?context=edit`: `content.raw` identik byte-per-byte dengan yang dikirim (true),
  judul/slug/fokus keyword tidak berubah.
- Meta description ditulis lewat REST `{"meta": {...}}` (XML-RPC wp.editPost membalas true tetapi
  TIDAK menyimpan; lihat temuan).
- Halaman publik `?nocache=<epoch>`: HTTP 200, 17 H2 isi tampil, FAQ 7 pertanyaan tampil,
  1 blok ld+json `FAQPage` valid (`json.loads`) dengan 7 item yang semuanya ada di isi,
  tombol wa.me/6281909222026 ada, 31 tautan internal semuanya 200, 0 `<p><p>`, 0 em dash.
- Pemeriksa pola AI: `cek_pola_ai.py` -> tidak ada pola yang dicurigai.

## Berkas
- `isi_2928_sebelum.html`, `post_2928_sebelum.json` (salinan sebelum)
- `konten_baru_2928.html`, `halaman_2928_sesudah.html` (sesudah)
- Skrip: `tslaw_survei_20261025.py`, `tslaw_cek_fakta_pencemaran{,2..7}_20261025.py`,
  `tslaw_fix_2928_20261025.py`, `tslaw_meta_2928_20261025.py`, `tslaw_verify_2928_20261025.py`

## Temuan untuk Bos
1. **Token Google `atun` masih mati** (`invalid_grant: Bad Request`). Selama belum diperbaiki,
   pemilihan artikel hanya bisa berdasar panjang isi + nilai topik, bukan data GSC/GA4. Mohon
   set ulang OAuth (atau minta status "In production").
2. **Pola "sesuai UU ITE" kemungkinan ada di artikel lain juga.** Setelah Pasal 27A berhenti
   berlaku 2 Jan 2026, semua artikel yang menjual "dasar UU ITE" untuk pencemaran/ujaran perlu
   diperiksa. Ini kandidat kuat untuk perbaikan berikutnya (lebih berdampak daripada menambah
   panjang artikel lain).
3. Tombol WA rusak `wa.me/628` di **#3205** dan **#3207** masih belum dikerjakan.
4. Meta Yoast TSLaw **bisa** ditulis lewat REST (`POST {"meta": {...}}`); XML-RPC membalas true
   tetapi tidak menyimpan. Catatan lama di `tslaw_xmlrpc_meta.py` ("REST tidak mengekspos kuncinya")
   keliru.
5. Antrean prioritas 2 masih 20 artikel di bawah 1.000 kata (13 di 600-900). Yang belum kembar:
   #2884 (636, tanpa FAQ & tanpa pilar), #2928 (selesai hari ini), #2941 (756), #2943 (770),
   #3219 (798), #2933 (798), #2785 (919).
