Surat wasiat adalah dokumen yang menentukan apa yang terjadi pada harta Anda setelah Anda meninggal. Kalau salah susun, yang menanggung akibatnya bukan Anda, melainkan keluarga yang harus berdebat di pengadilan. Karena itu, pilihan pendamping untuk menyusunnya layak dipertimbangkan seperti Anda memilih penasihat keuangan.
Artikel ini membahas tujuh pihak yang biasa terlibat dalam pembuatan surat wasiat di Indonesia, lengkap dengan peran masing-masing, plus syarat sah dan kesalahan yang paling sering terjadi.
Surat wasiat atau testament adalah pernyataan terakhir seseorang mengenai apa yang dikehendaki setelah meninggal dunia. Pengaturannya berada dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), khususnya bagian yang membahas warisan. Karena sifatnya sepihak, wasiat bisa diubah atau dicabut selama pembuatnya masih cakap hukum.
Yang perlu dipahami sejak awal: wasiat tidak bisa dipakai untuk mengabaikan bagian mutlak ahli waris tertentu. Ada bagian yang sudah ditentukan hukum dan tidak dapat dihapus begitu saja oleh keinginan pembuat wasiat.
Wasiat olografis ditulis sendiri dengan tangan pembuatnya, lalu disimpan di notaris. Paling sederhana dan murah, tetapi pembuktiannya bergantung pada keaslian tulisan.
Wasiat terbuka (openbaar testament) dibuat di hadapan notaris dan dihadiri dua orang saksi. Keinginan disampaikan secara lisan, lalu notaris menuangkannya ke dalam akta. Jenis ini paling rapi untuk dijadikan bukti.
Wasiat rahasia (geheim testament) ditulis sendiri, lalu diserahkan dalam keadaan tertutup kepada notaris. Isinya hanya diketahui pembuat wasiat, sementara notaris mencatat penyerahannya.
Pembuat wasiat harus cakap hukum dan bertindak atas kehendak sendiri, tanpa tekanan dari pihak mana pun. Saksi tidak boleh orang yang punya kepentingan atas harta tersebut, misalnya calon penerima wasiat atau keluarganya. Objek yang diwasiatkan harus jelas, dan untuk harta berupa tanah sebaiknya disebutkan bukti kepemilikannya. Kalau salah satu syarat ini tidak dipenuhi, ahli waris lain berpeluang membatalkan wasiat tersebut.
Kantor advokat di Surabaya yang mendampingi pembuatan wasiat sekaligus menyiapkan bagian yang sering terlewat: pendataan harta, penentuan ahli waris, dan pengaturan agar tidak ada ahli waris yang merasa dikesampingkan. Tim juga menangani sengketa waris, perjanjian, dan urusan korporasi, sehingga wasiat yang menyangkut aset usaha bisa dibahas sekaligus. Selengkapnya di beranda TS Law.
Pihak utama dalam pembuatan wasiat terbuka dan wasiat rahasia. Notaris menuangkan keinginan pembuat wasiat ke dalam akta, menghadirkan saksi, dan menyimpan dokumennya. Notaris juga menyimpan wasiat olografis yang ditulis sendiri oleh pembuatnya. Karena itu, pemilihan notaris berpengaruh pada kerapian administrasi di kemudian hari.
Dibutuhkan ketika wasiat menyangkut tanah, rumah, atau hak atas tanah. PPAT memastikan objek yang diwasiatkan jelas batas dan bukti kepemilikannya, sehingga tidak menimbulkan tumpang tindih klaim dengan sertifikat lain. Untuk harta berupa properti, kedua jenis akta ini sering berjalan berdampingan.
Wasiat yang jelas pun bisa dipersoalkan pihak lain. Advokat berperan menyusun sanggahan atau pembelaan, mengumpulkan bukti mengenai keadaan pembuat wasiat saat menandatangani, dan mewakili klien di pengadilan bila perkara bergulir. Lebih murah mencegah daripada berperkara, dan itu tugas drafter wasiat.
Bagi keluarga yang tidak mampu, sengketa waris bisa ditangani lewat bantuan hukum gratis. Layanan ini umumnya mencakup nasihat hukum, pendampingan di luar pengadilan, dan bantuan litigasi untuk perkara tertentu. Siapkan surat keterangan tidak mampu sebelum mengajukan permohonan.
Kalau harta yang ditinggalkan mencakup usaha, beberapa properti, atau aset lintas kota, perencanaan warisan perlu dibahas lebih awal bersama penasihat pajak dan keuangan. Tujuannya agar pembagian tidak memaksa penjualan aset mendesak, dan agar usaha tetap berjalan setelah pemiliknya meninggal.
Bukan tempat membuat wasiat, tetapi tempat mengajukan gugatan bila wasiat dipermasalahkan, misalnya diduga dibuat di bawah tekanan atau tidak memenuhi syarat. Memahami jalur ini sejak awal membantu Anda menimbang seberapa kuat dokumen yang sedang disusun.
Pembuatan wasiat berjalan lebih cepat kalau datanya lengkap sejak awal. Siapkan identitas diri dan kartu keluarga, lalu susun daftar harta beserta bukti kepemilikannya: sertifikat tanah, BPKB kendaraan, rekening bank, saham, atau dokumen usaha. Cantumkan juga data calon ahli waris, termasuk nama lengkap, hubungan keluarga, dan tanggal lahir, karena data inilah yang dipakai saat verifikasi di kemudian hari. Kalau ada harta yang diperoleh dari warisan sebelumnya, siapkan penetapan atau akta terkait, supaya tidak tercampur dengan harta yang dibagi melalui wasiat.
Menunda pembuatan sampai kondisi kesehatan menurun, sehingga kemampuan menyusun dokumen jadi terbatas. Membuat wasiat sendiri tanpa menyimpan salinan resmi di notaris. Menunjuk penerima wasiat sebagai saksi. Tidak memperhitungkan bagian mutlak ahli waris, lalu heran ketika wasiat dipersoalkan. Dan yang paling sering: hanya membahas harta, padahal wasiat juga bisa memuat penunjukan pelaksana dan pesan mengenai usaha keluarga.
Biaya pembuatan wasiat ditentukan oleh jenis wasiat yang dipilih dan kerumitan hartanya. Wasiat olografis yang hanya disimpan notaris biasanya paling ringan. Wasiat terbuka dengan banyak objek harta dan pengaturan usaha memerlukan waktu penyusunan lebih panjang, sehingga biayanya menyesuaikan. Mintalah rincian pekerjaan dan perkiraan waktu sebelum memutuskan.
Proses pembuatannya kami bahas bertahap di panduan membuat surat wasiat. Perbedaan warisan dan hibah dijelaskan di warisan dan hibah, sementara layanan kami yang lain ada di halaman layanan. Untuk langsung berbicara dengan tim, buka halaman kontak.
Tidak selalu. Wasiat olografis ditulis sendiri oleh pembuatnya, tapi tetap disimpan oleh notaris agar kekuatan pembuktiannya lebih kuat dan tidak mudah dipersoalkan.
Tidak harus. Wasiat bisa mencakup harta yang baru diperoleh kemudian, asalkan rumusannya tidak membatasi pada daftar harta tertentu. Kalau daftarnya spesifik, sebaiknya diperbarui.
Bisa. Pembuat wasiat dapat mencabut atau mengganti wasiatnya selama masih cakap hukum. Perubahan sebaiknya dilakukan dengan akta baru supaya tidak menimbulkan perdebatan.
Untuk wasiat yang disimpan notaris, salinan resminya masih ada. Untuk wasiat olografis yang hanya disimpan sendiri, pembuktian menjadi jauh lebih sulit, dan itulah alasan penyimpanan di notaris dianjurkan.
Ahli waris atau pihak yang berkepentingan dapat mengajukan gugatan ke pengadilan agar wasiat dilaksanakan. Karena itu, penunjukan pelaksana wasiat dan pencatatan yang rapi menjadi penting.
Konsultasi Hukum Gratis via WhatsApp
Tito Suprianto Law Firm — kantor advokat di Surabaya, melayani konsultasi tanpa biaya di awal.